KOMPAS.com - Makanan kaleng merupakan makanan yang diawetkan di dalam kaleng dan menjadi komponen penting di dapur karena serbaguna dan murah.
Bahkan, menurut Academy of Nutrition and Dietetics, makanan kaleng juga sama bergizinya dengan makanan segar dan beku.
Selain itu, keunggulan lain dari produk makanan kaleng adalah masa simpannya yang panjang sehingga kita dapat menjadikannya sebagai bahan makanan untuk keadaan darurat dan makanan di menit-menit terakhir.
Namun, berapa lama sebenarnya makanan kaleng itu bisa bertahan?
Nah, para ahli keamanan makanan pun menjelaskan berapa lama makanan kaleng bertahan, ditambah metode penyimpanan terbaik untuk mencegah pembusukan.
Baca juga: Hobi Konsumsi Makanan Kaleng? Waspadai Bahayanya
Untuk mengetahuinya lebih lanjut, simak penjelasan selengkapnya seperti yang dilansir dari laman Martha Stewart berikut ini.
Dalam hal umur panjang makanan kaleng, ada baiknya kita memahami apa arti dari label tanggal.
Jika tidak, kita mungkin akan membuang makanan kaleng yang sebenarnya masih aman untuk dimakan.
"Mungkin ada berbagai tanggal dan nomor pada makanan kaleng yang dibeli di toko, termasuk tanggal produk diproduksi, informasi fasilitas produksi dan kode lot, serta tanggal 'digunakan sebelum' atau 'dijual sebelum'."
Demikian penuturan instruktur keamanan pangan di Michigan State University dan CEO Stop Foodborne Illness, Mitzi Baum, MSc.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.