KOMPAS.com - Kentang goreng adalah salah satu makanan paling digemari banyak orang karena rasanya yang lezat dan gurih.
Namun, mengonsumsi kentang goreng secara berlebihan ternyata tidak hanya berdampak negatif pada kesehatan secara fisik, tetapi juga mental.
Hal ini pun diungkapkan oleh sebuah studi di Hangzhou, China, yang diterbitkan dalam jurnal PNAS, Senin (24/4/2023).
Dalam studi tersebut, para peneliti menemukan bahwa seringnya mengonsumsi makanan yang digoreng, terutama kentang goreng, dapat meningkatkan risiko kecemasan sebanyak 12 persen dan risiko depresi sebanyak 7 persen.
Peningkatan ini pun lebih terasa di kalangan pria muda dan konsumen yang lebih muda.
Kendati demikian, para ahli yang mempelajari nutrisi mengatakan bahwa hasil penelitian ini masih bersifat pendahuluan.
Baca juga: 5 Tips Mengatasi Kecemasan dan Depresi bagi Penderita Eksim
Dan belum jelas apakah gorengan yang menyebabkan masalah kesehatan mental, atau orang-orang yang mengalami gejala depresi atau kecemasan beralih ke gorengan.
Studi ini diketahui mengevaluasi 140.728 orang selama 11,3 tahun.
Setelah mengecualikan peserta yang didiagnosis dengan depresi dalam dua tahun pertama, sebanyak 8.294 kasus kecemasan dan 12.735 kasus depresi ditemukan pada mereka yang mengonsumsi makanan yang digoreng.
Sementara, secara khusus kentang goreng ditemukan memiliki peningkatan risiko depresi sebesar 2 persen lebih tinggi daripada daging putih yang digoreng.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.