
KOMPAS.com pada 1 Juli 2023, memberitakan kasus bunuh diri di Singapura naik ke level tertinggi selama 22 tahun terakhir.
Samaritans of Singapore (SOS) melaporkan pada 2022, kasus bunuh diri di Singapura naik 25,9 persen. Ada 476 orang yang melakukan bunuh diri pada 2022, angka ini naik dari 2021 sebanyak 378 orang bunuh diri.
Peningkatan kasus bunuh diri di negara maju seperti Singapura, adalah fenomena yang perlu digali lebih dalam.
Pada 2021, ekonomi Singapura tumbuh 7,6 persen. Tahun 2022, walupun turun tajam, tetapi ekonomi Singapura tetap tumbuh 3,6 persen.
Kompas.com pada 30 Juli 2021, memberitakan Singapura adalah negara maju; negara dengan sokongan sumber daya manusia (SDM) unggul.
Kemajuan Singapura bahkan menarik bagi warga negara Indonesia. Kompas.com pada 11 Juli 2023, memberitakan setiap tahun ada 1.000 mahasiswa dari Indonesia (usia 25-35 tahun) yang beralih menjadi warga negara Singapura.
Fenomena ini menarik, saat banyak warga negara lain berminat masuk menjadi warga negara Singapura, ternyata ada peningkatan angka bunuh diri di sana.
Terkait kasus-kasus bunuh diri ini, Samaritans of Singapore memfokuskan perhatian pada individu usia muda 10-29 tahun dan individu usia tua 70-79 tahun.
Bunuh diri adalah penyebab utama kematian individu yang berusia 10-29 tahun, selama empat tahun berturut-turut. Pada kelompok individu muda ini terdapat peningkatan kematian akibat bunuh diri sebesar 11,6 persen.
Peningkatan kasus bunuh diri tidak hanya terjadi pada kelompok individu muda, tetap juga terjadi pada kelompok orang tua.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & Ketentuan
Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.