Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pilihan Obat Pelangsing yang Aman untuk Dikonsumsi

Kompas.com - 10/11/2023, 22:12 WIB
Putri Aulia,
Wisnubrata

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Dalam upaya mencapai berat badan yang sehat dan optimal, banyak orang mencari bantuan dari obat pelangsing.

Dengan semakin banyaknya pilihan obat penurun berat badan yang sekarang tersedia, pasien mungkin bertanya apa obat resep penurun berat badan yang paling kuat atau paling efektif.

Namun, perlu diingat tidak selalu mudah untuk menentukan obat mana yang tepat untuk seseorang dan perlu diperhatikan, tidak semua obat pelangsing aman untuk dikonsumsi.

Berikut beberapa kandungan obat pelansing yang aman untuk dikonsumsi.

Orlistat

Orlistat merupakan obat penghambat lipase (enzim pencernaan manusia yang diproduksi oleh pankreas, mulut dan lambung) yang hadir dalam bentuk kapsul. Ini berfungsi dengan cara menghalangi enzim yang bertugas memecah lemak dari makanan.

Dengan cara ini, orlistat mencegah tubuh menyerap lemak makanan. Lemak yang tidak dicerna kemudian tersebar ke seluruh tubuh.

Orlistat direkomendasikan untuk digunakan bersamaan dengan diet rendah kalori dan dianjurkan untuk mengurangi risiko peningkatan berat badan. Beberapa pasien mungkin mengalami penurunan berat badan sekitar lima persen.

Dosisnya adalah satu kapsul 120 mg tiga kali sehari, diambil bersamaan dengan setiap makan utama yang mengandung lemak, baik selama atau hingga satu jam setelah makan.

Versi bebas resepnya tersedia dalam kapsul 60 mg, diambil bersamaan dengan makanan berlemak.

Reaksi yang paling umum terhadap orlistat adalah keluarnya cairan berminyak dari rektum, perut kembung dengan cairan, peningkatan frekuensi buang air besar, dan inkontinensia tinja.

Baca juga: 13 Obat Pelangsing Alami untuk Menurunkan Berat Badan

Lorcaserin

Lorcaserin adalah obat penurun berat badan yang bekerja dengan mengirim reseptor serotonin khusus di otak sehingga menghasilkan pengurangan nafsu makan dan meningkatkan rasa kenyang.

Penggunaan lorcaserin dapat dilakukan dalam jangka waktu yang cukup lama. Namun, perlu diingat bahwa ada kemungkinan muncul efek samping seperti sakit kepala, pusing, mual, kelelahan, mulut kering, dan sembelit.

Bagi penderita diabetes, konsumsi lorcaserin bisa menimbulkan penurunan kadar gula darah, serta gejala seperti batuk dan nyeri pinggang.

Selain itu, obat ini juga tidak disarankan bagi orang yang harus mengonsumsi obat depresi, karena bisa menyebabkan demam dan kebingungan.

Perempuan yang sedang hamil atau berencana hamil juga sebaiknya tidak mengonsumsi obat diet ini.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com