Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tanda Pelindung Kelembapan Kulit Rusak dan Cara Mengatasinya

Kompas.com - 13/05/2024, 17:36 WIB
Nazla Ufaira Sabri,
Wisnubrata

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Apakah kamu sering merasa kulitmu kering, kasar, atau bahkan terasa sensitif? Mungkin saja masalahnya terletak pada moisture barrier atau pelindung kelembapan kulit yang rusak.

Meskipun seringkali terlupakan, moisture barrier merupakan lapisan pertahanan kulit yang vital untuk menjaga kelembapan alami dan melindungi dari iritasi serta infeksi.

Jadi, bagaimana  kita bisa mengetahui apakah moisture barrier kulit sedang mengalami masalah? Berikut beberapa tanda yang perlu diperhatikan:

Apa yang dimaksud dengan moisture barrier?

Kulit terdiri dari beberapa lapisan, dan moisture barrier atau disebut juga sebagai pelindung kulit ada di bagian terluar.

Moisture barrier membantu menahan air di kulit, yang mencegahnya menjadi kering dan teriritasi.

"Moisture barrier sangat penting untuk melindungi kulit dan membantu mencegah bakteri berbahaya, tekanan lingkungan, dan iritasi lainnya," kata Aanand Geria, MD, dokter kulit. "Moisture barrier juga bermanfaat dalam membantu mempertahankan nutrisi alami, minyak, dan kelembapan."

Baca juga: Tips Jaga Kelembapan Alami Kulit demi Cegah Penuaan Dini

Penyebab moisture barrier rusak

1. Menggunakan bahan yang keras

Salah satu alasan umum rusaknya lapisan pelindung kulit adalah karena penggunaan produk yang bersifat keras, seperti eksfoliator atau chemical peeling.

"Moisture barrier kita dapat rusak jika minyak alami terkelupas, sehingga kulit menjadi rentan," kata Dr. Geria. "Hal ini dapat terjadi jika menggunakan produk yang keras seperti pembersih, riasan tertentu, dan obat jerawat."

"Jika kamu memiliki kulit sensitif, hindari bahan-bahan seperti soda kue, alkohol, dan wewangian, yang dapat menyebabkan kerusakan pada pelindung kelembapan."

2. Kondisi genetik

Genetika juga dapat berperan dalam kesehatan pelindung kulit. Kondisi yang menyebabkan terjadinya mutasi pada protein tertentu dapat mengurangi "perekat" di antara sel-sel di lapisan terluar kulit.

"Orang yang memiliki dermatitis atopik (eksim), psoriasis, atau rosacea mungkin lebih cenderung memiliki moisture barrier yang rusak," kata Nkem Ugonabo, dokter kulit.

Gejala moisture barrier yang rusak

Moisture barrier yang rusak dapat menyebabkan kulit kering dan meradang.

"Selain itu, hal ini membuat kulit rentan terhadap iritasi, cedera, mikroorganisme, dan gangguan lain dari lingkungan," kata Dr. Ugonabo.

Karena moisture barrier yang rusak berasal dari hilangnya air pada kulit, hal ini juga dapat menyebabkan berkurangnya elastisitas kulit, mengakibatkan kulit menjadi kasar, penuaan yang lebih cepat, dan munculnya keriput seiring berjalannya waktu.

Kamu mungkin juga akan mengalami lebih banyak jerawat ketika moisture barrier rusak.
"Pelindung yang rusak tidak dapat melindungi kulit dari bakteri dan iritasi berbahaya lainnya yang menyebabkan jerawat memburuk," kata Dr. Geria.

Baca juga: Cara Mudah Mengembalikan Kelembapan Kulit Wajah

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com