Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apa Itu Love Bombing? 8 Tanda Pasangan Melakukannya

Kompas.com - 22/05/2024, 09:19 WIB
Nazla Ufaira Sabri,
Wisnubrata

Tim Redaksi

Sumber Best Life

KOMPAS.com - Pernahkah kamu merasa dihujani cinta dan perhatian yang luar biasa dari pasangan? Sering kali, kita menganggap perhatian yang melimpah sebagai tanda cinta sejati.

Namun, tahukah kamu bahwa ada istilah "love bombing" yang mungkin sedang kamu alami?
Apa itu love bombing?

Love bombing adalah sebuah taktik manipulasi dalam hubungan di mana seseorang memberikan perhatian, pujian, dan kasih sayang secara berlebihan kepada pasangannya di awal hubungan.

Tujuannya adalah untuk membuat pasangannya merasa sangat istimewa dan tergantung pada perhatian tersebut. Namun, begitu pasangannya mulai merasa nyaman dan terikat, perilaku ini bisa berubah drastis.

"Love bombing merupakan tindakan yang berlebihan dalam memberikan perhatian, kasih sayang, atau hadiah kepada orang lain untuk mendapatkan ketertarikannya," ujar psikolog klinis Carla Marie Manly, PhD, dan penulis buku Date Smart.

Baca juga: Curiga Jadi Korban Love Bombing? Kenali 8 Tanda Perilakunya..

"Yang membedakan perilaku ini dengan cinta yang menggebu-gebu atau keterikatan yang membuat seseorang cemas adalah bahwa hal itu dilakukan dengan niat manipulatif, seperti membuat target merasa berkewajiban untuk tetap bersama si pengebom atau mengabaikan perilaku buruknya," kata Beth Ribarsky, PhD, profesor dan direktur School of Communication di University of Illinois Springfield.

"Love bombing efektif karena ketika seseorang menghujani kita dengan kasih sayang dan ketertarikan, hal tersebut dapat mengirimkan sejumlah neurotransmitter positif. Kita jadi merasa dihargai dan merasa istimewa."

Berapa lama bom cinta bertahan?

Menurut Ribarsky, love bombing bisa terjadi kapan saja dalam sebuah hubungan, tapi biasanya muncul di awal hubungan.

"Meskipun love bombing dapat terjadi kapan saja dalam suatu hubungan, hal ini cenderung paling sering terjadi di awal hubungan-sering kali sebagai cara untuk membuat target merasa berkewajiban pada pengejarnya lebih cepat dari biasanya," jelasnya.

Tidak ada jangka waktu yang pasti berapa lama hal ini akan berlangsung, namun kamu mungkin akan melihat perubahan yang berbeda ketika love bombing akan berakhir.

"Ketika love bombing berakhir, hubungan yang dibangun di atas dasar pamer yang berlebihan sering kali memburuk; jika hubungan cinta sejati tidak pernah terbentuk, target love bombing sering kali merasa dikecewakan dan tidak tertarik," kata Manly.

Baca juga: Love Bombing, Ketika Pasangan Memberi Perhatian Berlebih

8 tanda menjadi korban love bombing

1. Hadiah berlebihan

Pada awal hubungan, pasanganmu mungkin memberikan hadiah yang luar biasa mewah dan mahal. Mulai dari perhiasan, gadget terbaru, hingga liburan mewah. Meski terlihat manis, hadiah-hadiah ini bisa menjadi cara untuk membeli perhatian dan mengikatmu dengan cepat.

“Seorang pengebom cinta akan memanjakan pasangannya dengan hadiah yang berlebihan, seperti perjalanan, perhiasan, atau pakaian yang mahal," kata Ribarsky. "Dan, meski awalnya terasa menyenangkan, seorang pengebom cinta melakukannya sebagai cara untuk membuat pasangannya merasa berhutang budi pada mereka."

Cobalah tanyakan pada diri sendiri, apakah hadiah-hadiah ini datang dari hati atau ada maksud tersembunyi di baliknya?

2. Gestur besar berubah menjadi permintaan besar

Pasangan mungkin sering membuat gestur romantis yang besar, seperti menyewa restoran mahal hanya untuk makan malam berdua atau membuat kejutan besar di hari biasa. Namun, waspadalah jika gestur ini berubah menjadi permintaan yang tidak masuk akal, seperti memintamu mengubah hidup atau meninggalkan teman-teman dan keluarga demi mereka.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com