Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 11/06/2024, 20:20 WIB
Nazla Ufaira Sabri,
Wisnubrata

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kabar buruk bagi para pecinta olahraga ekstrem atau olahraga yang terlalu keras, pasalnya aktivitas yang terlalu berat dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh kita.

Setidaknya, itulah kesimpulan dari sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Military Medical Research tahun 2023 yang menganalisis lebih dari 4.700 molekul cairan setelah berolahraga dari para petugas pemadam kebakaran.

Hal ini dapat menjadi masalah bagi pekerja dengan pekerjaan fisik yang membutuhkan pelatihan kebugaran yang intens, seperti petugas darurat dan atlet.

"Orang yang sangat bugar mungkin lebih rentan terhadap infeksi pernapasan virus setelah berolahraga yang keras," kata ilmuwan biomedis Pacific Northwest National Laboratory (PNNL) Ernesto Nakayasu seperti dilansir dari laman Science Alert.

"Menurunnya kekebalan tubuh dan kurangnya aktivitas untuk melawan infeksi bisa menjadi salah satu penyebabnya."

Baca juga: Kenali, Tanda dan Bahaya Olahraga Berlebihan bagi Tubuh

Meskipun ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa aktivitas fisik sedang pada individu sehat dapat mendukung sistem kekebalan tubuh dalam jangka panjang, namun apa yang terjadi pada sistem kekebalan tubuh setelah olahraga yang intens masih kontroversial.

Ada sedikit bukti yang mendukung klaim bahwa olahraga intens meningkatkan risiko infeksi oportunis, meskipun beberapa penelitian sebelumnya mencatat adanya infeksi pernapasan saluran atas yang dilaporkan sendiri oleh atlet.

Kemungkinan infeksi ini lebih besar setelah kegiatan yang melelahkan. Apakah ini korelasi atau kausalitas masih belum diketahui.

Jadi Nakayasu dan rekan-rekannya menguji plasma darah, urine, dan air liur dari 11 petugas pemadam kebakaran sebelum dan setelah 45 menit berolahraga intens mengangkat hingga 20 kilogram (44 pound) peralatan di medan berbukit.

"Kami ingin melihat dengan seksama apa yang terjadi di dalam tubuh dan melihat apakah kita dapat mendeteksi bahaya dari kelelahan dalam tahap awal," jelas ahli kimia bioanalitik PNNL Kristin Burnum-Johnson.

"Mungkin kita dapat mengurangi risiko olahraga yang melelahkan bagi petugas pertama, atlet, dan anggota militer."

Tidak diragukan lagi olahraga memberikan manfaat bagi kesehatan kita, mulai dari meningkatkan mood hingga memperkuat sistem kekebalan tubuh kita.

Baca juga: Efek Negatif Olahraga Berlebihan pada Kekebalan Tubuh

Namun, seperti dalam penelitian sebelumnya, penelitian baru ini menemukan tanda-tanda kemungkinan penurunan kekebalan dalam petugas pemadam kebakaran yang berolahraga dengan keras.

Di antara perubahan fisik yang diharapkan membantu tubuh kita mempertahankan peningkatan cairan, energi, dan oksigen yang dibutuhkan oleh olahraga, ada penurunan molekul yang terlibat dalam peradangan. Hal ini disertai dengan peningkatan opiorphin, suatu zat pelebar pembuluh darah tepi.

Apa arti sebenarnya dari perubahan ini bagi fungsi jangka pendek sistem kekebalan tubuh masih belum jelas, tetapi para peneliti memiliki beberapa ide.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com