Meditasi Bisa Mengakhiri Kebiasaan Buruk

Kompas.com - 14/01/2011, 15:13 WIB
EditorDini

KOMPAS.com - Apapun kebiasaan buruk Anda, jika sudah terlalu mendominasi waktu dan perhatian, sudah saatnya diubah. Sejumlah cara bisa Anda pilih, dengan meditasi salah satunya. Prinsipnya Anda perlu melakukan trik mental untuk mengatasi kebiasaan yang mulai berdampak buruk bagi diri Anda dan orang lain ini.

Gantikan kecanduan televisi dengan aktivitas berharga yang langka
Kebiasaan menonton televisi rasanya masih wajar, toh Anda juga butuh hiburan dan informasi. Menjadi tak wajar jika kebiasaan berulang setiap hari, konsisten pada waktu tertentu dengan jam tayang tertentu, dan Anda menjadi kecanduan tanpa bisa mengendalikan diri begitu remote ada dalam genggaman. Apalagi jika kebiasaan ini menghentikan Anda dari kegiatan positif lainnya seperti membaca buku, atau ngobrol bersama keluarga.

"Perilaku seperti ini sudah diseting dalam waktu lama dalam diri, dan butuh energi untuk mengubahnya. Untuk menghentikan kebiasaan yang sudah terprogram dalam diri, mulailah untuk berpikir perilaku atau aktivitas berharga lain yang bisa Anda lakukan untuk menggantikan kebiasaan buruk ini," kata Wray Herbert, penulis On Second Thought.

Menurut Herbert, seseorang secara alami akan lebih menghargai sesuatu yang sifatnya langka. Jadi, temukan aktivitas yang selama ini tak pernah atau jarang Anda sentuh yang sebenarnya sangat berharga. Bersenda gurau bersama anak dan suami, misalnya. Atau membaca tumpukan buku baru yang Anda beli namun tak pernah selesai dibaca. Ajak diri Anda menikmati waktu senggang dengan aktivitas langka yang berharga, itu kuncinya.

Atasi tindakan impulsif dengan meditasi
Dorongan untuk melakukan sesuatu tanpa terencana atau bahkan tanpa disadari bisa menciptakan kebiasaan yang merugikan Anda. Sebagai contoh, setiap hari Anda tak pernah absen mengunjungi kedai kopi untuk sekadar memuaskan keinginan. Tanpa disadari minum kopi menjadi kebiasaan penting, sama pentingnya seperti Anda minum air putih. Bukan hanya itu, kebiasaan yang konsumtif ini juga memengaruhi pengeluaran Anda. Isi dompet terkuras karena kebiasaan yang tak bisa Anda kontrol ini.

Atau contoh lain, Anda mungkin pernah bersikap impulsif saat berbelanja. Tanpa rencana, Anda membelanjakan barang mahal yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Setelahnya, Anda merasa menyesal telah melakukan tindakan tersebut. Jika hal ini menjadi kebiasaan, bisa terbayang masalah yang muncul kemudian. Dampak yang paling terasa boleh jadi adalah ketidaknyamanan Anda karena telah menjadi budak atas sikap impulsif ini.

Meditasi dengan teknik sederhana bisa mengatasi kebiasaan ini. Teknik mengatur nafas dalam meditasi membuat Anda kembali memegang kendali diri, kata Martine Batchelor, penulis Let Go: A Buddhist Guide to Breaking Free of Habits.

Teknik meditasi mengajarkan Anda untuk fokus pada apa yang dilihat, dicium, dan dirasa. Dengan begitu Anda terbiasa untuk berkonsentrasi atau setidaknya memerhatikan apa yang sedang atau akan dilakukan.

"Dua elemen dasar meditasi adalah konsentrasi dan kewaspadaan, yang merupakan kunci pengendalian diri," jelas Batchelor. 

Dengan berkonsentrasi, kata Batchelor, Anda mampu menghentikan pengaruh kebiasaan buruk dengan melakukan teknik meditasi. Teknik meditasi beragam bentuknya seperti mengatur nafas, melakukan gerakan tertentu atau mengucapkan mantra.

Sementara sikap waspada membantu Anda untuk berpikir dan mengendalikan pikiran Anda sebelum melakukan sesuatu. Apapun tindakan yang dilakukan, sepenuhnya dilakukan dengan kesadaran, bukan sesuatu yang tiba-tiba saja dilakukan tanpa sadar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.