Mengapa Perempuan Butuh Pilates?

Kompas.com - 01/08/2011, 12:48 WIB
Editorwawa

KOMPAS.com -  Instruktur privat pilates, Lisa Namuri, berpengalaman 12 tahun melatih pilates untuk perempuan dan laki-laki. Instruktur bersertifikasi internasional dari STOTT Pilates ini menegaskan perempuan butuh pilates untuk menjaga kebugaran juga mood. Dengan begitu perempuan bisa menjalani multiperan, baik dalam pekerjaan mau pun saat berada di rumah. Dan yang juga penting, perempuan bisa menjaga penampilan dengan berlatih pilates.

"Pilates merupakan metode pembentukan tubuh, yang memfokuskan kekuatan tubuh di perut. Gerakan dalam latihan pilates lebih kepada peregangan aktif, yang menyeimbangkan relaksasi dan latihan kekuatan otot," jelas Lisa di sela peluncuran bukunya di Fab Cafe, Toko Buku Gramedia Grand Indonesia, Jakarta, Sabtu (30/7/2011) lalu.

Mengatasi masalah otot hingga postur

Pilates bermanfaat untuk perempuan di berbagai siklus kehidupannya. Latihan kekuatan otot dengan teknik pernafasan yang bikin rileks ini tak hanya mampu menjaga postur tubuh agar tetap proporsional. Namun juga bisa mengatasi berbagai masalah otot yang dialami perempuan di berbagai siklus hidupnya.

Pilates baik dilakukan oleh ibu hamil, bahkan pascapersalinan. Lisa merancang gerakan khusus pilates untuk kehamilan dalam bukunya berjudul Pilates untuk Kehamilan.

Nama Lisa Namuri sebagai instruktur pilates dikenal pertama kali di kalangan selebriti. Sejumlah seleb perempuan ternama seperti Sophie Navita, Happy Salma, Becky Tumewu, Nirina Zubir, Annisa Pohan, Angelina Sondakh dan sejumlah figur publik perempuan merasakan manfaat dari Pilates yang dilatih secara privat oleh Lisa.

"Bagi laki-laki, pilates dianggap sebagai olahraganya perempuan. Padahal pilates memberikan banyak manfaat, terutama bagi mereka yang punya masalah sendi dan bentuk tubuh," jelas Lisa kepada Kompas Female.

Ibu hamil lebih nyaman
Perubahan fisik pada ibu hamil membuat tubuh terasa tak nyaman. Pilates punya andil untuk mengatasi berbagai ketidaknyamanan ini. Hasilnya, selama kehamilan, tubuh terasa tetap bugar. Lisa merancang latihan pilates khusus untuk kehamilan dalam rangka memberi solusi atas masalah yang ditimbulkan dari perubahan fisik selama kehamilan ini.

"Saat hamil, payudara membesar sehingga bahu menjadi membungkuk. Pinggang juga sakit karena tidak bisa mengakomodir perut yang terus membesar. Engkel juga perlu dilatih saat kehamilan agar masalah kaki bengkak, sakit, dan kram bisa teratasi. Pilates untuk kehamilan sudah disesuaikan dengan kebutuhan ibu hamil," lanjutnya.

Latihan pilates untuk ibu hamil membantunya tetap bergerak dan sehat. Pasalnya, tak sedikit ibu hamil yang malas bergerak seiring bertambahnya berat badan. Dengan pilates, ibu hamil dilatih untuk menyeimbangkan tubuhnya dengan relaksasi dan latihan kekuatan otot. Teknik pernafasan pada pilates membantu proses detoksifikasi tubuh, sehingga memberikan efek relaksasi.

Tubuh ideal pascapersalinan
Alia Jumhur Hidayat, salah satu klien Lisa memilih pilates selama kejamilan, juga untuk membentuk tubuhnya pascapersalinan. Dampak paling besar yang dirasakan Alia adalah hilangnya lemak seusai melahirkan.

"Latihan pilates seperti membenahi tubuh. Saya sering menggendong anak sehingga  postur badan cenderung miring. Postur tubuh yang salah inilah yang kemudian dibenahi. Pilates membentuk tubuh lebih permanen. Tubuh lebih proporsional. Saat anak saya berusia tujuh bulan, tak ada lemak di tubuh," jelas Alia memberikan testimoni dari pengalamannya berlatih privat dengan Lisa.

Alia juga mengaku produksi ASI berlimpah karena kebiasaannya berlatih pilates tiga bulan setelah melahirkan. Soal produksi ASI, Lisa menambahkan, belum ada riset mengenai keterkaitan produksi ASI dan pilates. Namun, katanya, pilates yang memberikan efek rileksasi membuat suasana hati ibu lebih baik.

"Produksi ASI dipengaruhi faktor psikis ibu. Boleh jadi karena suasana hati ibu baik dan fisik bugar, membuat produksi ASI meningkat," tutur Lisa yang dinobatkan sebagai spokesperson merek kosmetik Wardah sejak Mei 2011.

Self healing

Lisa mengakui banyak perempuan yang berlatih pilates datang dengan keluhan postur tubuh yang tidak proporsional. Fokus latihan pilates bukan menurunkan berat badan, katanya, namun lebih kepada membentuk badan dan membuat ukuran tubuh lebih proporsional.

"Pilates membentuk tubuh lebih proporsional dan bukan untuk menjadi kurus. Fokusnya lebih kepada kenyamanan terhadap tubuh. Jika nyaman dengan diri, tubuh lebih berenergi, dan seseorang lebih percaya diri. Fokus latihan pilates beyond skinny," kata Lisa yang mendalami pilates di Fitness Institute Australia.

Selain itu, pilates juga membantu self healing. "Pilates merupakan mind and body connection. Latihan pilates membantu meningkatkan body awareness. Dengan begitu, seseorang akan lebih memahami tubuhnya. Pilates merupakan cara mengedukasi kembali tubuh agar mendapatkan keseimbangan, termasuk menyeimbangkan otot luar dan otot dalam," kata ibu dua anak yang mengelola studio pilates di Joglo, Meruya Selatan, Jakarta ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.