Fira Basuki: Menjadi Ibu Sekaligus Sahabat Putrinya

Kompas.com - 18/11/2011, 08:24 WIB
EditorDini

KOMPAS.com - Sebagai seorang ibu yang juga pemimpin redaksi sebuah majalah wanita dan novelis sukses, tak berarti Fira Basuki jadi menomorduakan keluarganya. "Sebagai orangtua tunggal, saya tak ingin putri saya kehilangan figur kedua orangtuanya sekaligus," ungkap Fira, saat acara Women In Business Conference 2011 di Citywalk Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat (11/11/2011) lalu.

Jadwal sehari-harinya yang padat membuat Fira harus pandai-pandai membagi waktu antara karier dan keluarga. Pekerjaan sebagai pemimpin redaksi mengharuskannya selalu mengamati gaya hidup masyarakat. Pada saat yang bersamaan, ibu dari Syaza Calibria Galang ini masih menyempatkan diri untuk menuangkan imajinasinya dalam bentuk novel.

"Saya sebisa mungkin selalu profesional dalam bekerja. Saya tidak ingin mencampuradukkan pekerjaan saya, karena itu sama saja dengan korupsi waktu," tukasnya.

Pengaturan jadwal kerja yang cermat membuatnya memiliki keseimbangan dalam mengerjakan semua tugasnya. Setiap awal hari merupakan "me time" bagi Fira, dimana ia biasa mencari inspirasi untuk tulisan-tulisannya. "Pekerjaan, keluarga, dan diri sendiri harus seimbang agar hidup bisa bahagia," tukasnya.

Namun, di tengah kesibukannya, tak pernah sedikit pun Fira melupakan kewajibannya terhadap putrinya. Ia mencoba menjadi ibu sekaligus sahabat bagi putrinya, dengan selalu menyempatkan diri untuk sekadar menanyakan keadaan dan pengalaman keseharian anaknya. Baginya, kesuksesannya tidak berarti bila sang anak tidak bahagia.

"Selain itu untuk mempererat hubungan saya dan anak, saya sering memberikan kejutan-kejutan kecil untuknya," tukasnya.

Kejutan yang dimaksud Fira tidak melulu dalam bentuk benda atau materi, namun juga perhatian. Misalnya menjemput anaknya saat pulang sekolah, atau sesekali mengajaknya makan di restoran. Namun, cara yang paling penting untuk menjaga komunikasi Fira dan sang putri selama 24 jam penuh adalah dengan menyiapkan satu nomor khusus yang hanya dimiliki anaknya, dan demikian pula sebaliknya.

"Dalam kondisi dan keadaan apapun, ketika ponsel saya dan anak saya ini berbunyi, saya akan selalu mengangkatnya. Karena ini bentuk perhatian saya kepadanya," tegasnya.

Baca juga:
Dampak Positif Ibu Bekerja bagi Anak
Tak Perlu Merasa Bersalah Menjadi Ibu Bekerja
5 Alasan Ibu Bekerja itu Luar Biasa!

Klik di sini untuk melihat galeri foto Jakarta Fashion Week 2012:
Koleksi Danar Hadi
Koleksi para selebriti di sesi Grazia Glitz & Glam
Koleksi desainer ASEAN Ashley Isham, Bernard Chandran, Tube Gallery

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.