Berbagi Buku Lewat Kedai Kopi

Kompas.com - 19/12/2011, 23:11 WIB
Editorwawa

KOMPAS.com - Berapa kali dalam sepekan, Anda mengunjungi kedai kopi di mal ternama Jakarta? Menikmati secangkir kopi sambil kumpul bareng teman atau bertemu relasi mungkin saja sudah menjadi gaya hidup masyarakat urban. Termasuk saat Anda memilih mendatangi jaringan kedai kopi dari Amerika yang memiliki gerai di sejumlah mal ternama di Jakarta.

Saat mengunjungi kedai kopi bernuansa hijau ini, perhatikan sekeliling Anda. Jika Anda singgah di salah satu mal premium di selatan Jakarta, kedai ini menyediakan ruang untuk menyimpan kotak kardus besar yang siap menampung buku bacaan. Tak ada salahnya menengok sejenak, membaca poster atau brosur yang diletakkan di dekatnya, sekadar menunjukkan bahwa Anda peduli.

Kemudian, jika esok hari Anda kembali memenuhi kebutuhan minum kopi di kedai yang sama, Anda bisa ambil bagian dengan membawa satu atau lebih buku bacaan dari rumah, untuk dimasukkan ke dalam kardus buku tadi. Melalui gerakan sederhana ini, Anda telah menjadi sukarelawan. Kepedulian dan keputusan Anda untuk berkontribusi membawa dampak besar bagi anak-anak daerah, mereka yang tinggal jauh dari hiruk pikuk ibukota.

Mengusik rasa peduli masyarakat perkotaan, dengan berbagi buku bekas untuk dijual kembali, merupakan bagian dari gerakan sosial Drive Books, Not Cars. Misi utamanya adalah mendukung komunitas anak di Jakarta dan Flores, melalui donasi buku dan dana untuk pengembangan program sosial mereka.

Menggalang dana

Untuk kali kedua di 2011 gerakan Drive Books, Not Cars dilaksanakan. Gerakan sosial ini mengumpulkan buku layak baca, dalam jangka waktu tertentu, untuk dijual kembali di sela kegiatan car free day di pusat kota Jakarta. 

Gerakan ini untuk kali pertama dimulai pada bulan Ramadhan. Lebih dari 40 kardus buku disebar di sekitar Jakarta pada 26 Juli-1 September 2011 lalu. Momen Ramadhan sengaja dipilih untuk mengenalkan gerakan kepedulian ini kepada warga Jakarta. Alhasil, lebih dari 5.000 buku terkumpul.

"Dari gerakan awal lalu, kami berhasil mengumpulkan 2.500  buku novel berbahasa Inggris, lalu menjualnya kembali di sela car free day, dan berhasil menggalang dana darinya senilai total Rp 31 juta. Sementara, sekitar 2.600 buku berbahasa Indonesia langsung kami distribusikan kepada komunitas anak di Flores," kata Zack Petersen, salah satu penggagas Drive Books, Not Cars, kepada Kompas Female melalui surat elektronik.

Petersen mengatakan, penggalangan dana dari gerakan ini menyasar pada dua komunitas anak-anak, yakni Sahabat Anak di Jakarta and Taman Bacaan Pelangi di Flores.

Buku melimpah dari Senayan dan Kemang

Dari gerakan perdana lalu, Drive Books, Not Cars rata-rata menerima 10-300 buku di setiap drop box. Buku yang terkumpul dari drop box di Senayan City melimpah, kata Petersen. Sementara pengumpulan buku di Kemang, tiga kali lebih banyak jumlahnya.

"Menakjubkan melihat begitu banyak orang yang menyumbangkan bukunya, meski mereka tak mengenal dekat siapa Sahabat Anak dan Taman Bacaan Pelangi, namun mereka mau berbagi," ungkapnya.

Khusus untuk gerakan kedua ini, Drive Books, Not Cars berencana menjual buku bekas layak baca tersebut di area terbuka di depan eX Plaza Indonesia pada 29 Januari 2012, pukul 08:00 - 17:00. Pengumpulan buku tahap kedua ini berakhir pada 27 Januari 2012.

"Kami berharap semakin banyak orang yang berpartisipasi di gerakan ini. Baik mendonasikan buku melalui Starbucks atau datang dan membeli buku-buku yang kami jual pada 29 Januari nanti. Kalau ada yang berminat menjadi sukarelawan di Sahabat Anak atau Taman Bacaan Pelangi, itu lebih baik lagi. Kami ingin mengajak orang lain untuk menjadi sukarelawan dan melakukan sesuatu untuk membuat perubahan bagi kehidupan anak-anak," jelas Petersen yang aktif menjadi sukarelawan di Sahabat Anak sejak dua tahun terakhir.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.