Agar Tak Iritasi Saat Mencukur Ketiak

Kompas.com - 03/04/2012, 22:30 WIB
EditorDini

KOMPAS.com - Mencukur rambut ketiak menjadi pilihan banyak perempuan untuk menghilangkan rambut ketiak yang dianggap mengganggu penampilan, dan juga menjadi salah satu "sarang' bakteri penyebab bau badan.

"Namun, ternyata mencukur rambut ketiak bisa menimbulkan beberapa akibat yang tidak diinginkan, misalnya iritasi, kulit ketiak lebih kasar, hitam, atau bahkan luka," ungkap Eka Sugiarto, Marketing Manager Deo Unilever Indonesia, saat acara "Little Secret For Your Underarms" di St. Regis Resort and Spa, Bali, Jumat (30/3/2012) lalu.

Bukan berarti mencukur rambut ketiak tidak boleh dilakukan sama sekali, hanya saja ada beberapa hal yang harus dihindari untuk meminimalisasi gejala iritasi yang mungkin terjadi.

1. Lakukan pagi hari
Pastikan alat pencukur dalam keadaan yang bersih, karena jika kotor bisa menyebabkan kontaminasi bakteri di dalam kulit. Lakukan kegiatan ini pada pagi hari saat hampir selesai mandi, untuk memastikan kulit ketiak masih cukup lembab. "Selain itu kondisi rambut ketiak juga lebih halus sehingga akan lebih mudah untuk dicukur," jelasnya. Bercukur di pagi hari juga akan membuat kulit ketiak tidak menjadi kasar.

2. Jangan bercukur sebelum berenang
Hindari untuk mencukur rambut ketiak ketika Anda akan berenang, baik di kolam maupun di pantai. Kadar klorin di kolam renang, dan garam yang cukup tinggi di pantai akan membuat kulit ketiak yang baru dicukur menjadi iritasi sehingga kulit menjadi terasa perih. Namun, bila berencana berenang saat pagi hari, cukur rambut ketiak saat malam hari.

3. Tidak perlu mencukur setiap hari
Setiap orang memiliki kecepatan tumbuh rambut yang berbeda-beda, sehingga frekuensi mencukur dapat disesuaikan dan tidak perlu setiap hari. Proses pencukuruan setiap hari justru akan membuat kulit menjadi lebih sensitif dan lebih sering terluka. Iritasi pun akan lebih dominan terjadi karena luka yang terjadi.

"Semakin sering Anda bercukur, kemungkinan untuk iritasi akan semakin besar," tambah Eka.

Menurut Beauty Understanding Survey yang dilakukan oleh Unilever pada tahun 2011 di Indonesia, Thailand, dan Filipina, setelah dua minggu, orang yang bercukur setiap hari selama seminggu akan mengalami iritasi dua kali lipat dibanding dengan orang yang hanya bercukur satu hari per minggunya.

4. Gunakan deodoran
Setelah bercukur, jangan berpikir bahwa perawatan ketiak ini sudah selesai. Karena ketika mencukur paling tidak ada kulit muda yang baru tumbuh, dan memicu terciptanya luka di ketiak. Agar luka di ketiak tidak semakin parah, iritasi, dan akhirnya membuat pori-pori membesar, gunakan deodoran. Pilih deodoran yang tidak sekadar harum,  tapi juga bisa merawat kulit ketiak, melembabkan, dan membantu kulit untuk memperbaiki sel-selnya, misalnya deodoran yang mengandung vitamin E, moisturizer, dan lainnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.