Kompas.com - 02/10/2012, 09:00 WIB
Editorwawa

KOMPAS.com - Aktivitas membatik punya banyak manfaat, bagi anak-anak juga orang dewasa. Namun, membatik memberi dampak yang tak sama pada anak dan dewasa. Kemampuan anak dan dewasa dalam membatik pun berbeda.

Indra Tjahjani, pendiri komunitas Mbatikyuuuk mengatakan anak-anak mengerjakan membatik lebih cepat dari orang dewasa. Anak-anak tak kenal takut, mereka percaya diri membatik, tak takut salah. Sementara orang dewasa cenderung hati-hati saat membatik, khawatir salah, sehingga membatik pun memakan waktu lebih lama.

"Anak-anak bisa selesai membatik dalam satu jam, sementara orang dewasa bisa 1-2 jam," jelas perempuan yang berprofesi sebagai dosen ini.

Membatik tidak mudah, namun bisa dilakukan siapa saja. Anak usia lima pun bisa diajarkan membatik, namun perlu pendampingan orangtua. "Alat membatik panas, jadi anak usia lima perlu didampingi agar lebih terlindungi," jelasnya di sela kegiatan membatik bersama anak penderita kanker di Yayasan Anyo Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut pecinta budaya yang berhasil mengajak 2.500 orang membatik sejak 1998 ini, membatik memberikan manfaat berbeda pada anak dan dewasa.

Untuk anak, membatik lebih kepada pengenalan warisan budaya sejak dini. "Supaya anak kenal batik," jelas dosen yang prihatin dengan para mahasiswa karena lebih mengenal budaya asing ketimbang budaya nusantara.

Ia bercerita, ketika mahasiswanya diminta presentasi tentang budaya, kebanyakan mengangkat budaya asing termasuk budaya Korea yang sedang tren. Menurutnya, pengenalan budaya nusantara termasuk membatik perlu dilakukan dari sekolah formal dan keluarga.

Indra mengatakan, ia bukan ahli batik namun tertarik membatik sejak belia dan bisa membatik sejak SMP. "Saya masih berproses membatik tapi bisa mengajak orang membatik. Keluarga saya tidak ada pembatik, tapi kita belajar semua kesenian sejak kecil," kisahnya.

Anda dan keluarga juga bisa belajar membatik. Untuk anak, selain pengenalan budaya, membatik juga bisa membantu melatih konsentrasi anak. "Membatik bukan untuk kreativitas tapi lebih kepada mengenalkan warisan budaya dan latihan konsentrasi. Sulit untuk melihat potensi anak dari membatik," jelas Indra.

Sementara bagi dewasa, membatik lebih kepada berlatih meditasi, mengendalikan diri untuk selalu tenang. "Jika ingin mendapatkan manfaatnya, membatik perlu dilakukan sesering mungkin. Dalam kondisi normal, membatik pada orang dewasa bisa menjadi sarana meditasi. Tapi kalau hati sedang tidak happy, gundah, ini berpengaruh pada hasil akhir membatik," ungkap perempuan yang mengelola komunitas bersama seluruh anggota keluarganya ini.

Halaman:
Baca tentang


    27th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.