Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 06/11/2012, 08:12 WIB
Editorwawa

KOMPAS.com - Tenun dari Nusa Tenggara Barat (NTB) tak kalah cantik dan beragam dari segi warna dan motif, juga memiliki potensi besar untuk berkembang. Terutama dalam pengolahan dan penggunaannya, yang saat ini masih sederhana, dipakai sebagai kain untuk acara adat atau diolah menjadi sebatas kemeja. Kekayaan motif tenun dari 10 Kabupaten dan Kota di provinsi NTB ini tampil lebih modern, menjadi ragam model busana siap pakai yang tak ketinggalan tren mode, di tangan empat desainer Indonesia.

Adalah dua desainer anggota Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), Deden Siswanto dan Irna Mutiara, juga dua desainer asal NTB, Linda Hamidy Grander dan Epoel Daeng Hasanung, yang mengolah tenun dan merancangnya menjadi busana siap pakai juga busana mewah bergaya modern.

Tenun khas dari Lombok Sumbawa memberikan inspirasi kepada Irna untuk merancang busana muslim dengan siluet masa kini. Melalui 20 set busana muslim, Irna menampilkan tenun sebagai aksen pada busana rancangannya. Mengangkat tema Dazzling Discovery of Lombok Sumbawa, Irna mengangkat kekayaan lokal dengan menonjolkan nuansa global, untuk memenuhi kebutuhan berbusana perempuan modern. Warna pastel dipilih Irna untuk menampilkan koleksi busana beraksen tenun ini.

Melalui rancangannya, Irna membuktikan bagaimana kain tradisional dengan motif salur dan kotak, dapat tampil lebih modern pada busana siap pakai. Tenun menjadi bagian dari fashion yang bisa diterima di tingkat nasional, dan harapannya bisa menggaet perhatian kalangan internasional.

Menjadikan tenun sebagai busana siap pakai untuk perempuan dan laki-laki juga menjadi perhatian desainer asli Lombok. Linda dan Epoel merupakan anak daerah yang peduli, dan meyakini tenun Lombok dapat berkembang menjadi bagian dari dunia mode.

Jika Linda menampilkan 11 set cocktail dress dari tenun Lombok Tengah dan Timur dengan dominasi warna merah, Epoel menghadirkan sembilan set jaket pria dari tenun dengan perpaduan warna dan motif cerah yang selaras.

Desainer ternama Deden Siswanto tampil dengan kreativitas tinggi dan kemampuan membaca kebutuhan pecinta mode. Melalui 20 set busana pria dan wanita, ready-to-wear deluxe, Deden menggabungkan detil motif kain NTB dan detil era Baroque dengan menonjolkan warna merah dan emas yang mewah.

Tenun pada busana mewah kreasi Deden menonjolkan sisi tradisi kain nusantara namun menghadirkan satu koleksi bergaya modern berjudul Native Mixture.

"Saya fokus pada motif tenun, pada beberapa busana saya tidak menjahit kain tenun karena tidak ingin merusak motif kainnya," jelasnya jelang peragaan  busana dalam rangkaian kegiatan Lombok Sumbawa Ethnic Fashion 2012: Art, Creative and Tourism Night diadakan Dekranasda Provinsi NTB, di Hotel Mulia, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Keindahan kain tenun NTB dipertahankan oleh Deden. Beberapa busana sengaja dirancangnya tanpa memotong kain namun ia berhasil  menciptakan gaya busana siap pakai bernuansa modern dengannya.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.