Kompas.com - 14/01/2013, 13:44 WIB
EditorDini

KOMPAS.com - Membaca tren global bukan berarti meniru. Perancang mode di Tanah Air tetap berpijak pada akar budaya. Mereka tetap terinspirasi dari Indonesia. Perancang mode Biyan Wanaatmadja yakin karyanya bercita rasa Indonesia meski ia tak mengolah bahan kain Indonesia. ”Karena saya orang Indonesia. Dari mana pun ide saya dapat, saya menangkap dan mengolahnya dengan cara pandang Indonesia,” ujarnya.

Biyan dikenal sebagai perancang yang piawai menciptakan kesan lembut lewat garis desain, bahan, dan detail rumit dalam siluet sederhana. Pernah dia ingin membuat koleksi yang sama sekali beda. ”Kayak orang Barat, enggak pakai apa-apa, dengan bahan berat dan structured. Ternyata enggak bisa, itu bukan saya. Saya selalu saja akan kembali pada sumber daya dan cita rasa yang sangat Indonesia,” ujarnya.

Cita rasa Indonesia itu hadir dalam tradisi kerajinan tangan berupa sulaman atau rangkaian kristal dan manik, motif cetakan pada kain, dan siluet busana yang dibuat Biyan. Dalam koleksi 2013 yang bertajuk ”Foliage” (dedaunan), misalnya, daun-daun pakis di halaman rumah ia jelmakan menjadi motif cetakan digital dan bordir pada rancangannya.

Biyan meyakini, masyarakat urban bergaya modern di negeri ini pada saat tertentu akan tetap mengenakan kain Indonesia. Untuk saat seperti itu, terinspirasi kebaya, Biyan mendesain jaket yang dalam bayangannya serasi dikenakan dengan kain.

Ia juga selalu terkesan pada keanggunan perempuan Indonesia yang berkain dengan wiru. Dari situ ia terinspirasi membuat gaun malam dengan draperi yang membuat lipatan-lipatan bahan halus bermain seiring kaki melangkah.

”Kadang lebih pada filosofi, tidak secara harfiah. Dalam budaya Timur, ada kesantunan yang sangat saya hargai. Dari situ saya membuat baju selalu ada layer,” ujarnya. Lapisan luar dan dalam juga dituangkan Biyan dalam pola padu padan.

Euforia tren
Edward ”Edo” Hutabarat mewujudkan cinta akan batik melalui label Part One. Meski mengikuti perkembangan tren dunia, Edo mengatakan, ia tak rela busana-busana batik rancangannya mengikuti euforia tren. Ia teguh pada garis rancang yang sederhana dan bersih, tanpa kerumitan detail. Bagi Edo, pancaran keindahan batik telah paripurna.

Presentasi batik secara modern bagi Edo berpegang pada dua elemen utama, yakni kesederhanaan dan kualitas, bukan dengan menambah aneka material di atas batik. Ia meyakini kualitas kain batik dibuat sesuai asas tradisi. ”Prinsip saya, bikin batik seperti bikin lapis legit dengan arang,” ujar Edo.

Membaca tren global, bagi Edo, bukan berarti meniru. Ketika merancang, ia mengimajinasikan gaya hidup kalangan jetset dunia. Misalnya, bagaimana kalangan ini berlibur dan beraktivitas sehari-hari. Dari situ Edo memunculkan rancangan yang mampu berkelindan apik dengan produk-produk mode dari rumah butik dunia, seperti tas, sepatu, dan aksesori.

Dengan batik, ia mendesain gaun katun terusan setinggi lutut berpotongan A, terusan babydoll berbahan sifon, jaket panjang yang bisa jadi rangkapan luar ataupun gaun terusan, jaket berpotongan kimono, dan celana pendek. Beberapa busana juga dibuat dari batik berbahan kain yang dipintal dengan alat tenun bukan mesin.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Hal yang Bisa Merusak Mood Saat Cuddling

7 Hal yang Bisa Merusak Mood Saat Cuddling

Feel Good
5 Etika Chat Mantan Supaya Pesanmu Tidak Cuma Dibaca

5 Etika Chat Mantan Supaya Pesanmu Tidak Cuma Dibaca

Feel Good
3 Model Cincin Tunangan yang Harus Dihindari

3 Model Cincin Tunangan yang Harus Dihindari

Look Good
Love Language yang Sama Bikin Hubungan Bahagia, Benarkah?

Love Language yang Sama Bikin Hubungan Bahagia, Benarkah?

Feel Good
Tengok, Jam Tangan Breitling yang Dipakai Brad Pitt di Bullet Train

Tengok, Jam Tangan Breitling yang Dipakai Brad Pitt di Bullet Train

Look Good
IdeaFest 2022 Bakal Digelar Secara Offline, Cek Agenda Menariknya

IdeaFest 2022 Bakal Digelar Secara Offline, Cek Agenda Menariknya

Feel Good
12 Makanan dan Minuman yang Bikin Perut Cepat Lapar

12 Makanan dan Minuman yang Bikin Perut Cepat Lapar

Eat Good
Gigitan Laba-laba, Cara Mencegah dan Mengobatinya

Gigitan Laba-laba, Cara Mencegah dan Mengobatinya

Feel Good
Apakah Keluarga Kita Bermasalah? Kenali Indikasinya Sejak Dini

Apakah Keluarga Kita Bermasalah? Kenali Indikasinya Sejak Dini

Feel Good
'Opo Depe, Opo Colote'

"Opo Depe, Opo Colote"

Feel Good
Lihat, Outfit Merah Meghan Markle yang Disebut Mirip Wallis Simpson

Lihat, Outfit Merah Meghan Markle yang Disebut Mirip Wallis Simpson

Look Good
5 Tanda Kamu Tidak Disukai Teman Kerja di Kantor

5 Tanda Kamu Tidak Disukai Teman Kerja di Kantor

Feel Good
Berapa Kalori dalam Daging Ayam?

Berapa Kalori dalam Daging Ayam?

Eat Good
Pertolongan Pertama Saat Digigit Lintah

Pertolongan Pertama Saat Digigit Lintah

Feel Good
Ketahui, Waktu Terbaik Menyantap Kurma

Ketahui, Waktu Terbaik Menyantap Kurma

Eat Good
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.