Kompas.com - 27/02/2013, 13:41 WIB
Editorwawa

KOMPAS.com - Selalu ada saja alasan untuk tidak berolahraga. Kebanyakan orang beralasan pulang kerja larut membuatnya tak sempat berolahraga. Namun seringkali orang hanya mencari alasan untuk tak berolahraga.

"Kita kerap membuat alasan saat merasa tidak nyaman, ini disebut disonansi kognitif," ungkap Dan Kirschenbaum, PhD, professor ilmu penyakit jiwa dan perilaku di Northwestern University Medical School. Ia melanjutkan, "Kalau kita berkomitmen untuk berolahraga tapi tidak melakukannya, alasan-alasan yang dibuat atau dicari-cari inilah yang mengurangi perasaan disonansi atau ketidaknyamanan."

Respons semacam ini normal, dan bukan berarti Anda pemalas, kata Kirschenbaum.Namun bukan berarti Anda berdiam diri dan mengabaikan hal ini. Anda perlu mengatasi perilaku semacam ini. Termasuk tak lagi mencari alasan untuk tidak berolahraga seperti berikut ini:

Alasan: Terlalu lelah.

Realitasnya: Ini alasan yang paling sering diungkapkan seseorang untuk tidak berolahraga. Studi menunjukkan aktivitas fisik yang reguler bisa meningkatkan energi. Tidak percaya? Coba berkomitmen untuk berolahraga seminggu penuh dan perhatikan perubahan dalam diri Anda. Pilihan waktu berolahraga untuk pekerja adalah pagi hari sebelum beraktivitas atau malam usai bekerja. Pilih yang paling sesuai dengan ritme rutinitas Anda.

Alasan: Tak cukup waktu.
Realitasnya: Tentu Anda sibuk bekerja, tapi waktu berolahraga sebenarnya akan selalu tersedia, kata Laura Vanderkam, penulis buku 168 Hours: You Have More Time Than You Think.

"Kalau Anda bekerja 50 jam seminggu, tidur delapan jam setiap malam, Anda masih punya waktu tersisa 62 jamu untuk melakukan banyak hal," ungkapnya. Asosiasi Jantung Amerika menyebutkan hanya dengan 75 menit berolahraga setiap minggu misalnya, Anda bisa meningkatkan kualitas kesehatan. Olahraga sederhana pun bisa Anda lakukan di kantor, cukup dengan berjalan kaki 30 menit saat makan siang misalnya, saran Vanderkam.

Alasan: Tak ingin merusak penampilan (rambut dan make up)
Realitasnya
: Kalau Anda merasa aktivitas fisik bisa merusak penampilan, terutama tata rambut dan make up, selalu ada solusinya. Pakar kecantikan Paige Padgett dan make up artist Jillian Michaels punya kiatnya.

Agar keringat di tubuh atau wajah mulai mengganggu, gunakan pembersih praktis mengandung antibakteri. Lalu aplikasikan pelembab yang berfungsi mengontrol minyak. Kemudian aplikasikan maskara, lanjutkan dengan menggunakan satu alat make up multifungsi yang bisa memberikan sentuhan warna pada mata, pipi, dan bibir (semacam lipstik yang berfungsi sebagai blush on juga pewarna mata). Tak ketinggalan, gunakan sampo kering untuk menyegarkan rambut. Tanpa perlu membilas dengan air, Anda bisa mendapatkan kembali rambut segar dan bersih dengan cara praktis.

Alasan: Olahraga bikin nafsu makan bertambah.

Realitasnya: Sebenarnya, kalau Anda berolahraga dalam level moderat, justru keinginan untuk makan menjadi berkurang setelahnya. Studi terkini di Brigham Young University menunjukkan perempuan yang makan setelah berolahraga, mengurangi porsi makannya karena keinginan untuk makan banyak justru berkurang. Namun kalau Anda masih kesulitan mengontrol nafsu makan, Stella L Volpe, PhD, kepala departemen ilmu nutrisi di Drexel University menyarankan makan makanan ringan setelah berolahraga. Usahakan makanan ini mengandung 150-200 kalori gabungan protein, karbohidrat dan lemak sehat. Cara ini bisa membantu Anda mengatasi lapar, dan mencegah makan terlalu banyak agar kalori yang terbakar saat berolahraga tak kembali lagi.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.