Kompas.com - 07/05/2013, 22:31 WIB
EditorDini

KOMPAS.com - Pesta pernikahan sebenarnya merupakan wadah sebagai tempat kedua mempelai berbagi kebahagiaan dengan keluarga dan sahabat. Maka itu banyak pasangan yang memutuskan untuk mengundang banyak tamu untuk menghadiri pesta pernikahannya.

"Banyak keluarga pengantin berpikir bahwa semakin banyak tamu maka pesta semakin meriah dan gengsi jadi lebih tinggi," ungkap desainer Tina Andrean, menjelang fashion show "The Emperor by Tina Andrean" di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta Pusat, Jumat (3/5/2013) lalu.

Karena mengundang banyak tamu, biaya pernikahan pasti cukup tinggi. Anda harus menyediakan banyak makanan, lokasi pesta yang lebih luas, juga souvenir yang lebih banyak. Namun, sejak tiga tahun belakangan tren pesta pernikahan yang mengundang banyak tamu ini perlahan mulai ditinggalkan.

"Pesta yang terlalu meriah dengan banyak tamu membuat pengantin jadi terlalu lelah karena banyak berdiri. Selain itu, pengantin juga tidak bisa bersosialisasi dengan teman-temannya, jadi kurang berkesan," jelasnya.

Tina mengungkapkan, sekarang ini gaya pernikahan yang sedang tren adalah pesta yang bergaya lebih intim (intimate party). Dengan demikian, pasangan pengantin bisa berbagi kebahagiaan dengan keluarga dan teman terdekat saja.

"Masyarakat kini lebih menghargai nilai-nilai kekeluargaan. Mereka ingin lebih banyak berinteraksi dengan keluarga dan sahabat, ngobrol banyak dengan teman-teman yang mungkin datang dari tempat yang jauh. Dibanding dengan pesta yang mengundang banyak orang, tapi mereka hanya bisa salaman dan melihat teman-temannya dari jauh tanpa interaksi," katanya.

Tren ini awalnya dipopulerkan oleh para pengantin dari Hong Kong sejak bertahun-tahun lalu. Mempelai di Hong Kong merasa terlalu lelah melakukan pesta pernikahan yang meriah, dan akhirnya memilih pesta dengan jumlah undangan terbatas agar quality time dengan tamu terasa lebih akrab.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pesta pernikahan yang dikategorikan intim ini meliputi pesta pernikahan dengan tamu yang sedikit, dilakukan di lokasi tertentu (misalnya di Bali atau di resor tertentu) dan menginap beberapa hari sebelum pesta agar suasana jadi lebih akrab. Jika dirasa terlalu mewah, pesta private ini juga bisa dilakukan dengan pesta kebun, atau dengan makan bersama di restoran.

"Yang paling penting suasananya yang akrab. Misalnya, pengantin bisa mengunjungi tiap meja tamu untuk ngobrol bareng. Ini pasti tidak bisa dilakukan kalau tamunya terlalu banyak," tutupnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.