Kompas.com - 13/05/2013, 21:54 WIB
EditorDini

KOMPAS.com - Sejak tahun 1980-an, orang-orang tidak lagi mengetahui ukuran porsi yang tepat bagi anak dan orang dewasa. Bahkan kadang, anak-anak diberikan porsi makan yang sama seperti orangtuanya. Inilah kemudian, menurut Center for Chronic Diseases Prevention and Health Promotion Amerika Serikat (AS),  yang menyebabkan obesitas pada anak meningkat tiga kali lipat sepanjang 30 tahun ini.

Untuk mengatasi hal di atas dan mengembangkan kebiasaan makan yang sehat pada anak, Anda bisa mengikuti beberapa aturan di bawah ini:

Piramida  makanan

Cara visual yang menarik untuk mengajar anak-anak tentang porsi makanan adalah dengan menggunakan panduan piramida makanan. Sejak tahun 2005, panduan piramida ini diubah agar anak menjadi lebih memahami porsi makanan mereka (lihat MyPyramid.gov).

Piramida makanan terdiri atas garis-garis vertikal dengan lima warna yang mewakili kelompok makanan yang berbeda untuk menunjukkan jumlah makanan harian yang direkomendasikan setiap hari. Menurut Departemen Pertanian AS, jumlah makan setiap orang juga tergantung pada tingkat aktivitas dan aspek lainnya. Dengan alat interaktif yang ada pada link di atas, Anda bisa membuat rencana makan pribadi sendiri.

Memilih porsi makanan
Orangtua sering memberikan porsi makan pada anaknya dua kali lipat atau lebih dari ukuran porsi yang direkomendasikan. Meski sudah tahu porsi itu “berlebihan” untuk anak, kadang orangtua juga memaksa anak untuk menghabiskannya. Dampaknya tidak hanya akan membuat mereka tidak sehat tapi juga menyebabkan kebiasaan makan berlebihan di kemudian hari. Anak menjadi seperti mengabaikan respon alami tubuh untuk merasa kenyang. Ketika seorang anak secara konsisten melihat porsi makannya di atas piring, ia mungkin mulai mengasosiasikan hal tersebut sebagai, “Benar, ini ukuran porsi makan saya”. Belajarlah mengukur porsi makan anak dengan tepat agar Anda tidak “overfeeding”.

Mengontrol bagian
Seseorang yang makan berlebihan meningkatkan risiko masalah kesehatan seperti diabetes tipe 2, kolesterol tinggi, serta masalah tulang. Saat mengajar anak mengontrol porsi makannya, bagi makanan menjadi empat bagian yang berbeda. Isi tiap-tiap bagian dengan biji-bijian, buah-buahan, sayuran, dan terakhir protein. Makanan juga dapat disajikan di piring yang lebih kecil untuk memberikan tampilan jumlah yang lebih besar dari makanan.

Ketika memberikan anak makanan ringan, masukkan makanan tersebut dalam sebuah piring atau mangkuk untuk menciptakan “satu porsi”. Jangan biarkan anak makan langsung dari kantung atau plastik camilan di mana mereka tidak akan sadar berapa banyak camilan yang masuk ke dalam perutnya. Hindari makan terburu-buru atau terlalu lama. Duduklah ketika makan.

Ajarkan ukuran porsi
Ajarkan anak mengenai ukuran porsi dengan membandingkan jenis makanan yang berbeda. Misalnya, satu porsi beras sama dengan satu sendok es krim, dan lain sebagainya. Kegiatan kecil ini akan membantu anak lebih memahami berapa banyak makanan yang masuk ke perutnya dan apakah makanan itu sesuai dengan yang direkomendasikan untuk gaya hidup sehat atau tidak.

(Tabloid Nova/Ester Sondang)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.