Kompas.com - 17/05/2013, 14:26 WIB
EditorDini

KOMPAS.com - Kekayaan kain tradisi dari Jogjakarta hingga kota kecil sepanjang pantai utara laut Jawa, ataupun gemerlap Sriwijaya dari Sumatera Selatan, menjadi olahan yang menginspirasi perancang busana tanah air. Dengan sentuhan modern, bahan tradisi itu tampil gaya dan berbeda.

Diiringi musik Jogja Hip Hop Foundation yang menghentak, desainer Sugeng Waskito menampilkan satu persatu koleksi rancangannya yang ia beri tajuk Jogja Istimewa. Ada 12 outfit yang ia suguhkan dengan mengolah kain tradisi Jogja dari bahan batik sutra tulis.

Di setiap busananya, ia torehkan pula motif wayang abstrak dan kontemporer sehingga gaun-gaun berwarna cerah itu menjadi tampak elegan sekaligus modis untuk acara resmi dan cocktail party.

Karya Sugeng menjadi pembuka dalam mini show bertajuk “Inorganic Ethnicity” dari empat desainer Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), yang ditampilkan di Jakarta Fashion and Food Festival, Ballroom Hotel Harris, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (16/5/2013) lalu.Tiga desainer lainnya yang tampil adalah Phillip Iswardono, Zainal Songket dan Misan.

Phillip dengan label Ethnic Now merilis koleksi yang ia beri judul "The Journey to the North Sea" atau perjalanan menuju pantai utara laut Jawa. Diibaratkan sebuah perjalanan, Phillip mengolah kain tradisi yang ditemukan sepanjang pesisir pantai laut Jawa sepertii tenun lurik, batik, dan detail kerajinan tangannya.

Phillip mendapati bahwa tenun lurik Jogja dan Klaten memiliki tekstur yang unik untuk diolah. Begitu juga tenun ikat Jepara dan tenun ikat Troso. Aksen modern ditorehkan Phillip dengan membuat potongan asimetris, baik itu untuk atasan maupun bawahan. Di koleksi ini, total ada 12 outift yang terdiri atas sackdress, skirt, blus, vest, bolero, jaket, pants, dan short pants bernuansa kasual dan semi cocktail.

Olahan kain tradisi lainnya dibuat lebih matang oleh Zainal Songket, dengan koleksinya yang bertema "Warna Sriwijaya". Sesuai tema yang diusungnya, Zainal kali ini menjadikan warna-warna dominan merah dan emas asal Sumatera Selatan itu menjadi lebih tampak mewah dan elegan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia memadumadankan songket dan bahan sutera, satin, hingga renda, menjadi gaun-gaun yang indah. Pada 12 set yang ia tampilkan, ada juga detail payet di setiap rancangannya.

Agak berbeda dari tiga desainer sebelumnya, Misan menghadirkan nuansa lain dengan koleksinya, "Glamorous Mix". Ia tidak fokus pada satu bahan kain tradisi tapi mencampurkan berbagai bahan dalam satu set. Di antaranya ada sifon, tulle, brokat, dan silk, menjadi beberapa gaun dan busana siap pakai yang simpel. Warna hitam menjadi benang merah dari setiap rancangannya yang terdiri atas mini dress, gaun, blus, serta rok panjang.

Mini show APPMI dengan empat desainer ini menjadi bagian dari beberapa show dari total 21 desainer APPMI yang tampil di JFFF 2013. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.