Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 27/06/2013, 13:26 WIB
|
EditorFelicitas Harmandini
KOMPAS.com - Kita selalu disarankan untuk mengonsumsi buah-buahan dan sayuran, karena berbagai manfaat kesehatannya. Kandungan vitamin dan mineralnya berfungsi untuk mencegah datangnya berbagai penyakit dan meningkatkan daya tahan. Kandungan seratnya berguna untuk memelihara kesehatan pencernaan. Sedangkan kandungan antioksidannya melindungi sel-sel tubuh dari efek berbahaya radikal bebas.

Konsumsi buah sangat disarankan untuk Anda yang sedang berdiet, karena seratnya memberikan rasa kenyang dan mencegah sembelit. "Kalau ingin diet, makan buah dulu baru makan (makanan utama) supaya seratnya membuat Anda kenyang. Dengan demikian keinginan untuk makan banyak bisa dihindari," papar dr Fiastuti Witjaksono, SpGK, dokter ahli gizi, saat bincang-bincang bersama Jakarta Food Editor's Club di Birdcage Restaurant, Kebayoran Baru, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dr Fia menyarankan untuk mengonsumsi 2-3 porsi buah dan 5 porsi sayuran setiap hari. Sebutir apel atau jeruk, atau segenggam anggur atau strawberry, dinilai sebagai satu porsi buah. Usahakan untuk memilih buah dari variasi warnanya, karena warna buah atau sayuran menentukan jenis vitamin dan mineral yang dikandungnya.

Dengan kata lain, untuk mengetahui apakah buah ada vitaminnya atau tidak, Anda juga bisa melihat dari warnanya. Makin berwarna, semakin banyak kandungan vitaminnya, seperti jeruk, melon, semangka, atau anggur.

Anda yang sehari-hari disibukkan dengan aktivitas di kantor atau di komunitas, mungkin akan sulit membeli buah dan mengolahnya sendiri di rumah. Untuk itu, Anda biasanya memilih "jalan pintas" dengan membeli rujak buah yang kerap tersedia di warung-warung sekitar kantor. Ini merupakan solusi yang cukup baik, asalkan Anda tahu rambu-rambunya.

Salah satunya, hindari buah yang masih mengkel.

"Kalau untuk rujak, orang kan memang suka yang buahnya masih mengkel. Misalnya pepaya mengkel, karena rasanya renyah. Tapi, buah yang masih mengkel itu vitaminnya belum ada," jelas dr Fia.

Perlu Anda ketahui, perubahan kimiawi yang terjadi pada buah menentukan kepadatan kontennya, seperti serat atau gulanya. Perubahan itu juga menentukan berkembangnya jumlah vitamin dan mineral yang diambil dari tanah, selain memecah kandungan karbohidratnya agar mudah dicerna.

Buah matang memiliki kandungan mineral lebih tinggi karena buah menyerapnya dari air dan elemen di dalam tanah cukup lama. Kandungan ini belum cukup didapatkan ketika buah yang masih mentah sudah dipetik dari pohon. Selain itu, buah matang punya kandungan gula jauh lebih tinggi karena karbohidratnya terus memecah menjadi gula ketika buah itu didiamkan cukup lama hingga matang di pohon.

Tentu, Anda tidak perlu mengkhawatirkan kandungan gula pada buah. Pada dasarnya buah mengandung gula alami, yaitu glukosa dan fruktosa. Namun, fruktosa merupakan kandungan utamanya, dan jenis gula ini tidak meningkatkan kadar gula dalam darah. Yang berbahaya adalah glukosa, yang bisa menyebabkan diabetes.

Oleh karena itu, saat makan rujak sebaiknya jangan terlalu banyak mencocol buah dengan bumbu gula merahnya. Tutulkan saja sedikit buahnya ke bumbu tersebut, cukup untuk menambah citarasa manis atau pedasnya. Hindari mencelup buah sampai benar-benar terbungkus bumbu. Dengan cara ini, Anda hanya akan menambah konsumsi gulanya. Akan lebih baik jika Anda tidak menggunakan bumbu gula merah sama sekali, atau dengan kata lain menikmati buah potong saja.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.