Kompas.com - 02/07/2013, 20:08 WIB
Orangtua masa kini lebih memilih pola asuh moderat dalam membesarkan anak-anaknya. shutterstockOrangtua masa kini lebih memilih pola asuh moderat dalam membesarkan anak-anaknya.
|
EditorFelicitas Harmandini

KOMPAS.com – Perasaan bersalah selalu menghantui para ibu bekerja, dikarenakan beban pekerjaan yang mengurangi waktu Anda bersama pasangan dan anak-anak. Rasa bersalah timbul secara natural, karena merasa tidak mampu mengurus keluarga dengan baik dan lebih mementingkan urusan pekerjaan. Kalau sudah begini, stres pun muncul.

Namun, Anda perlu mengambil langkah untuk menghilangkan rasa tertekan ini, dan mengubah rasa bersalah dengan sesuatu yang positif. Begini caranya:

1. Berbagi beban
Zaman sekarang, ayah didorong untuk ikut menanggung beban dalam hal pengasuhan anak. Sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh Families and Work Institute, menemukan bahwa ayah dapat menghabiskan waktu satu jam lebih per hari dengan anak-anak mereka, berbeda jauh dengan peran ayah 25 tahun yang lalu.

Partisipasi ayah bisa datang terutama ketika anak-anak sakit, atau ketika salah satu orangtua diharapkan hadir untuk sebuah pertemuan orangtua dan guru di sekolah. Jika menyangkut masalah pengasuhan, jangan ragu untuk berbagi beban tanggung jawab dengan pasangan.

2. Buat jadwal yang fleksibel
Jika Anda merasa sangat stres, cobalah untuk meminta kepada atasan Anda agar mengatur ulang jadwal pekerjaan Anda. Jika memungkinkan, mintalah kebijakan dari kantor agar Anda dapat bekerja empat hari di kantor, dan satu hari di rumah.

Namun, jika hal itu tidak memungkinkan, cobalah memilih satu hari di akhir pekan untuk dapat menghabiskan waktu bersama keluarga. Saat itu, Anda harus mematikan laptop dan ponsel. Fokuskan diri Anda pada kebersamaan keluarga.

3. Cari perspektif
Jika berada di tempat kerja sekarang, Anda mungkin berharap akan berada di rumah. Tapi Anda mungkin tidak akan langsung puas jika dapat tinggal di rumah sepanjang hari. Menurut Dr Leon Hoffman, direktur Pacella Parent Child Center, banyak ibu bekerja berharap mereka lebih sering berada di rumah bersama anak-anak, tetapi ketika akhirnya berhasil mewujudkan hal tersebut, mereka berharap dapat kembali bekerja. Intinya? Menjadi seorang ibu adalah pekerjaan yang sulit, tidak peduli bagaimana Anda berusaha mengatasinya. Tetapi jika Anda mendapatkan perspektif tentang situasi Anda, dan yakin alasan Anda bekerja (atau tinggal di rumah), Anda bisa mengambil segi positif dan hikmah darinya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

4. Stres sedikit untuk anak-anak
Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang ditaruh di tempat penitipan anak, ternyata tidak akan berdampak pada perilaku nakal mereka. Sebuah studi yang mengukur perkembangan lebih dari 6.000 anak, menemukan bahwa anak-anak yang dititipkan di tempat penitipan anak saat ibu mereka bekerja tidak mengalami kenakalan permanen karena ketidakhadiran ibu mereka.

Menurut Ellen Galinsky, Presiden Families and Work Institur, anak-anak lebih memilih agar orangtua mereka tidak terlalu stres dan lelah memikirkan mereka, daripada harus benar-benar bersama mereka selama 24 jam selama seminggu.

"Apakah temuan ini berarti bahwa anak-anak tidak peduli tentang waktu bersama orangtua? Tidak. Anak-anak justru lebih peduli dengan kondisi orangtua mereka agar dapat menghabiskan waktu bersama,” ujar Galinsky, yang baru-baru ini menuliskan temuannya di The American Psychoanalyst.

Jadi, daripada mengkhawatirkan mengenai berapa lama bisa bersama keluarga di rumah, lebih baik fokus pada situasi bersenang-senang dengan keluarga ketika Anda sedang bersama mereka.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.