Kompas.com - 08/07/2013, 02:06 WIB
Fashion show tunggal Dian Pelangi menampilkan 100 koleksi busananya dari tujuh brand yang ia usung. KOMPAS.com/Krismas Wahyu UtamiFashion show tunggal Dian Pelangi menampilkan 100 koleksi busananya dari tujuh brand yang ia usung.
|
EditorWawa

KOMPAS.com – Mendengar nama pelangi, banyak orang langsung teringat dengan sosok Dian Pelangi. Seorang salah satu desainer Indonesia yang namanya mulai dikenal berkat inovasi terbarunya dalam berbusana muslim.

Menyambut bulan Ramadhan, Dian Pelangi menyelenggarakan fashion show tunggal untuk yang pertama kalinya, mengusung tema “Pelangi Ramadhan”. Dalam fashion show tunggal ini, Dian menampilkan sebanyak 100 rancangan terbarunya melalui tujuh brand yang ia miliki.

“Tujuh brand ini sebenarnya bukanlah brand baru, brand ini berada dibawah nama Dian Pelangi. Jadi, dalam kesempatan ini saya mau re-branding agar semua orang dapat lebih mengenal koleksi-koleksi kami,” tutur Dian kepada Kompas Female saat bertemu di acara Sisterhood 2013 yang berlangsung di Skenoo Hall Mal Gandaria City, Jakarta, Jumat (5/7/2013) lalu.

Baginya, re-branding ini betujuan agar label Dian Pelangi dijadikan sebagai one stop shopping bagi semua keluarga. “Busana yang kami berikan lengkap, mulai dari anak-anak sampai mereka yang akan pergi berangkat haji,” imbuhnya.

Tujuh merek tersebut di antaranya: Dian Pelangi (Eksklusif), Gallery Dian Pelangi, Dian Pelangi Bride, DP by Dian (Casual Young), Dman (Casual Man), DP Hajja (Haji & Umrah), hingga Dinda Pelangi (Busana Anak).

Fashion show ini juga merupakan perayaan hari jadi Dian Pelangi ke 22. Seluruh koleksi yang ditampilkan tak lepas dari sentuhan kain tradisional Palembang, seperti tenun, blongsong, songket, dan jumputan.

Peragaan busana di segmen pertama menampilkan koleksi DP by Dian Pelangi. Pada koleksi ini, Dian ingin menekankan bahwa muslimah muda tak perlu takut padupadan warna-warna manis dalam mengenakan busana muslim. Buktinya, pada koleksi Sailorita yang ditampilkannya, Dian menggunakan teknik tie dye bergaris ala pelaut. Warna terang mendominasi, seperti biru awan, kuning, merah, dan hijau.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Ciri khas Dian Pelangi itu etnik, colorful, dan unpredictable. Etnik karena selalu pakai bahan-bahan lokal, colorful kita identik dengan warna-warna, dan unpredictable, desain yang kita berikan sangat universal. Karena desainnya bisa dipakai siapa aja tidak hanya berkerudung bisa juga sama yang tidak berkerudung,” ujarnya.

Setelah itu, dilanjutkan dengan koleksi busana pria dari DMan. Tetap dengan sentuhan tie dye, Dman didominasi kemeja lengan pendek warna putih. DMan memberikan penampilan yang semi formal, kemeja putih bermotif tie dye tersebut, sengaja dipadukan dengan celana jins agar si pemakainya bisa menghadiri berbagai jenis acara sekaligus.

Kemudian dilanjutkan dengan koleksi pakaian Dinda Pelangi, busana anak-anak yang penuh warna-warni ceria sesuai dengan karakter anak-anak. Dress terusan dan celana pendek dihadirkan disini, sehingga membuat anak-anak tampil manis dan bebas bergerak tanpa merasa ribet.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.