Kompas.com - 15/07/2013, 21:57 WIB
Ciptakan permainan seru di kantor karena dengan bermain di tempat kerja banyak manfaat positif bisa didapatkan. SHUTTERSTOCK Ciptakan permainan seru di kantor karena dengan bermain di tempat kerja banyak manfaat positif bisa didapatkan.
Penulis Rahman Indra
|
EditorFelicitas Harmandini

 

KOMPAS.com - Dalam dunia bisnis, perempuan punya keahlian komunikasi yang andal dibandingkan pria. Ternyata tidak hanya itu, perempuan juga punya cara pandang berbeda dan insting kuat yang berperan besar dalam hal inovasi.

Hal tersebut diungkapkan David Pensak, salah seorang inovator dalam bidang teknologi baru-baru ini. Kata dia, dari pengalamannya dalam mencipta sesuatu, kerap masukan dan pertanyaan yang diajukan dari kerabat dan kolega perempuan membuatnya tersadar dan menemukan lagi hal baru.

“Perempuan melihat dengan cara yang berbeda, dan jika harus memilih untuk menjadi manajer, saya menganjurkan untuk memilih perempuan dibanding pria,” ujarnya meyakinkan.

David merupakan lulusan Universitas Princeton dan Harvard yang prestisius itu. Saat ini selain bergerak di bidang pengembangan teknologi dia juga menjadi pengarang dan penasehat untuk Gedung Putih.

Ada beberapa kejadian yang menggiringnya pada kesimpulan bahwa perempuan punya potensi besar untuk terjadinya inovasi dan perubahan yang lebih baik. Salah satunya adalah dengan memberikan ide-ide baru dan memberi pertanyaan yang mengembangkan imajinasinya.

“Selama bekerja di DuPont, saya bekerja dengan banyak perempuan tangguh dan kreatif. Mereka punya banyak gagasan, hanya saja perlu diarahkan diskusinya menjadi yang lebih produktif,” ungkapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Salah satu temuannya, Vaporiety, disampaikan David merupakan hasil dari diskusinya bersama sang istri yang kerap komplain terhadap rasa kopi buatannya yang tak pernah enak. Dari keluhan ini kemudian mereka berdua mengembangkan konsep baru. Dari situlah akhirnya tercipta Vaporiety, dan mereka bersama-sama mendirikan Pensak Innovation Istitute.

Dari satu temuan soal rasa kopi, lalu berkembang juga ke industri busana siap pakai. Pada awalnya David membuat satu model atau prototip yang kemudian dikritisi oleh anak perempuannya. Berbagai pertanyaan yang diajukan sang anak membuatnya tersadar dan melihat proses penciptaan dengan cara yang berbeda.

David lalu juga memutuskan untuk mengangkat perempuan muda yang masih duduk di bangku kuliah untuk magang di perusahaannya. Baginya, perempuan punya kesempatan dan potensi yang besar dalam hal inovasi. Bahkan bukan tidak mungkin mereka juga bisa menjadi entrepreneur atau bekerja sendiri. Terutama karena idenya yang sangat banyak, tinggal bagaimana eksekusinya saja.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber forbes.com
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.