Kompas.com - 18/07/2013, 15:56 WIB
Alexander Ljung, pendiri dan CEO SoundCloud, menganjurkan untuk membuat yang ribet jadi sederhana. SOUNDCLOUDAlexander Ljung, pendiri dan CEO SoundCloud, menganjurkan untuk membuat yang ribet jadi sederhana.
Penulis Rahman Indra
|
EditorFelicitas Harmandini

KOMPAS.com — Tidak semua pengusaha menjalankan perusahaannya dengan langgeng tanpa masalah. Ada juga mereka yang sejak muda menjalankan usahanya dengan tertatih-tatih. Andaikan bisa kembali ke masa muda, mereka ingin sekali berbuat lebih dari apa yang mereka jalani sekarang.

Apa saja pelajaran yang bisa mereka bagi? Berikut delapan di antaranya.

1. Berani mengambil risiko dan tanpa penyesalan. Ungkapan ini disampaikan Tim Westergren, pendiri dan CEO Pandora. Kata dia, andai bisa kembali ke masa muda, maka ia tidak akan menyia-nyiakan waktu untuk berpikir lebih lama dalam mempertimbangkan sesuatu karena takut gagal. Mengikuti insting dan berani mengambil risiko adalah langkah awal dalam memulai satu usaha yang patut dilakukan. Caranya, cobalah berhenti sejenak dan berpikir dengan serius akan apa yang ingin Anda lakukan. Buang semua rasa takut dan mulailah.

2. Habiskan masa muda dengan bijak, termasuk masalah keuangan. Jimmy Wales, pendiri Wikipedia, menuturkan bahwa generasi muda saat ini mestinya bisa berpikir dan bertindak dengan bijak, penuh strategi dalam membelanjakan uangnya agar punya modal untuk mewujudkan apa yang ingin dicapai.

3. Berteman dengan orang-orang hebat dan jangan takut jika harus berganti ide. Bill Ready, CEO Braintree (platform pembayaran online dan mobile) menganjurkan demikian. Kata dia, itulah dua kunci yang akan ia lakukan jika kembali ke masa muda. Di usia 20-an, orang yang ada di sekitar akan amat menentukan apa yang dilakukan dan diraih di kemudian hari.

4. Buat yang ribet jadi sederhana. Alexander Ljung, pendiri dan CEO SoundCloud, mengalami hal ini. Ketika semua yang ada di sekitar tampak ribet dan rumit, cobalah buat semuanya menjadi lebih sederhana. Dengan konsep dan desain yang unik, kita bisa mencipta sesuatu menjadi lebih baik dan mudah digunakan oleh banyak orang.

5. Fokus pada apa yang membuat bahagia. Ini diungkapkan Philippe Courtot, CEO dan Chairman Qualys, perusahaan sekuritas. Menurutnya, adalah sangat penting melakukan sesuatu yang membuat Anda bahagia karena dengan begitu ada energi besar yang tersalurkan, bahkan terhadap sesuatu yang melebihi batas kemampuan. Mengutip Dalai Lama, kekuatan bahagia melahirkan sesuatu yang penting.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

6. Bekerjalah sekeras dan semaksimal mungkin. Demikian saran Bing Gordon, General Partner Kleiner Perkins Caufield Byers. Sepertinya saran ini adalah hal yang mutlak dilakukan untuk mencapai sesuatu.  Bagaimanapun, ada sesuatu yang diraih dari usaha yang keras dan maksimal, walaupun kecil. Sejak dini Anda memulai, hasilnya akan lebih baik di kemudian hari.

7. Aktif mendengar. Menurut Paul Bennet, CCO IDEO, ada baiknya suatu kali Anda berhenti sejenak dan menjadi pendengar yang baik. Dengan demikian, segala informasi yang diterima akan dipahami dengan baik dan sempurna.

8. Dikelilingi orang-orang yang berkompeten. Scott Weiss, dari Andreessen Horowitz, menuturkan bahwa dikelilingi oleh orang-orang berkompeten di bidang yang digeluti akan memberi banyak masukan dan gambaran jelas terhadap apa yang akan dilakukan. Ini juga membantu meraih sesuatu lebih baik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.