Kompas.com - 14/08/2013, 16:59 WIB
|
EditorFelicitas Harmandini
KOMPAS.com - Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif memang sangat dianjurkan dokter. Karena ASI mengandung banyak manfaat, baik untuk anak maupun untuk si ibu. Misalnya, meningkatkan kekebalan tubuh anak, membantu perkembangan tubuh dan berat badan anak, sekaligus menurunkan berat badan ibu. Periode waktu menyusui secara eksklusif ini biasanya berlangsung sekitar enam bulan sampai dua tahun.

Sebuah studi yang dilakukan Okayama University Graduate School of Medicine di Jepang mengungkapkan bahwa menyusui bisa mengurangi risiko anak mengalami kegemukan pada usia delapan tahun sampai 50 persen. Selain itu, jika si bayi disusui secara eksklusif selama enam bulan maka risiko obesitas berkurang lagi 15 persen, dibandingkan dengan bayi yang minum susu formula.

Penelitian ini didasarkan pada kenyataan bahwa anak-anak di negara maju banyak mengalami kelebihan berat badan. Ini disebabkan karena ibu di negara maju enggan menyusui anaknya minimal enam bulan. Di Inggris, ibu yang menyusui anaknya secara eksklusif jumlahnya kurang dari dua persen.

Penelitian yang dipimpin oleh Michiyo Yamakawa ini melibatkan 43.000 anak Jepang yang lahir sekitar tahun 2001. Anak-anak ini dihitung berat badannya, dan dikelompokkan dalam kategori kurus, normal, kelebihan berat badan, dan obesitas. Penghitungan ini didasarkan pada cara penghitungan internasional, yaitu indeks massa tubuh berdasarkan jenis kelamin.

Hasilnya, 20 persen anak dalam penelitian ini memiliki berat badan yang normal. Dan ternyata 20 anak ini mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan.

Pada usia tujuh tahun, anak-anak yang disusui secara eksklusif risiko mengalami kelebihan berat badan 15 persen lebih rendah. Selain itu, risiko terserang obesitas juga berkurang 45 persen. Sedangkan pada anak usia delapan tahun, kemungkinan mengalami kelebihan berat badan 15 persen kecil.

Namun penelitian ini juga memerhatikan faktor lain yang bisa memengaruhi anak, misalnya, aktivitas anak, pendidikan ibu, ibu perokok atau bukan, dan pekerjaan ibu.

Dr Yamakawa mengungkapkan bahwa menyusui diketahui memiliki kaitan erat dengan berat badan (untuk efek jangka panjang). Namun, hal ini akan membantu membentuk pola makan sehat pada anak. Sementara itu, pemberian susu formula dalam jangka panjang akan meningkatkan produksi sel lemak yang memicu kenaikan berat badan.

"Menyusui dikaitkan dengan penurunan risiko kelebihan berat badan dan obesitas di kalangan anak sekolah di Jepang. Oleh karena itu, akan lebih baik jika perempuan di negara maju terdorong untuk menyusui dengan eksklusif," ungkap Yamakawa.

Clare Byam Cook, mantan perawat dan konsultan independen dalam menyusui mengungkapkan bahwa ibu yang menyusui sudah memberikan awalan yang sangat baik untuk memulai hidup.

"Tetapi kebanyakan ibu baru sudah menyerah karena merasa terlalu sulit untuk melanjutkannya. Mereka tidak menyadari manfaatnya untuk bayi," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Daily Mail
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.