Kompas.com - 23/08/2013, 10:33 WIB
Orangtua berperan penting untuk menentukan kesehatan dan berat badan anak. shutterstockOrangtua berperan penting untuk menentukan kesehatan dan berat badan anak.
|
EditorFelicitas Harmandini
KOMPAS.com - Menurut penelitian yang dilakukan oleh Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) tahun 2007- 2010, kasus obesitas pada anak Indonesia meningkat dari 12,2 persen menjadi  14,3 persen. Hal ini cukup mengkhawatirkan karena ternyata salah satu penyebabnya adalah asupan gizi yang tak seimbang. 
 
"Hal ini bisa terjadi karena orangtua cenderung membebaskan anak untuk makan sembarangan. Misalnya hanya memberi uang jajan saja, tanpa tahu anaknya jajan apa," ungkap Prof Hardinsyah, Ketua Pergizi Pangan Indonesia, saat peluncuran camilan sehat di Jakarta, beberapa waktu lalu. 
 
Untuk menghindarkan anak-anak dari bahaya kegemukan, Hardinsyah mengungkapkan bahwa orangtua harus lebih berperan dalam menentukan asupan makan si kecil. Ia menambahkan bahwa orangtua punya peran yang sangat penting untuk menjaga kestabilan bobot tubuh dan kesehatan anaknya. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan orangtua.
 
1. Variasi makanan bergizi
Orangtua berperan penting untuk membentuk perilaku dan kebiasaan makan anak. Jika sejak kecil orangtua membiasakan anak untuk jajan sembarangan, maka perilaku ini akan terbawa sampai mereka dewasa dan membuat mereka tidak terbiasa hidup sehat. 
 
Orangtua harus mengajarkan anak untuk menyantap beragam makanan yang sehat dan bergizi. Kenalkan dan biasakan sejak kecil agar mereka terbiasa dan bisa merasakan manfaatnya sendiri.
 
2. Suasana harmonis
Kegemukan dan obesitas bukan hanya masalah kebiasaan makan banyak. Lebih dari itu, obesitas dan kegemukan bisa disebabkan karena kondisi keluarga yang kurang harmonis. Anak-anak dari keluarga tidak harmonis biasanya akan merasa depresi. Akibatnya, makan berlebihan menjadi salah satu bentuk pelarian mereka.
 
"Dengan adanya kondisi keluarga yang harmonis, kebutuhan psikologis mereka akan terpenuhi dan anak bisa tumbuh sehat jasmani serta rohani," jelasnya.
 
3. Kenali jenis camilan anak
Tak salah jika anak minta camilan sebagai variasi makanannya. Hanya saja pastikan bahwa camilan ini hanya pelengkap, dan bukan pengganti makanan utama. 
 
Selain itu, orangtua juga tak boleh memilih sembarang camilan untuk anak. Pilihlah camilan yang mengandung berbagai vitamin dan mineral yang dibutuhkan anak. "Ingat bahwa anak masih dalam masa pertumbuhan, kurang gizi akibat asupan makanan atau camilan yang tak tepat akan menghambat pertumbuhannya," paparnya.
 
4. Disiplin ngemil
Sekalipun ngemil bisa jadi variasi makan, namun ngemil juga harus dikontrol. Didik anak untuk punya kedisiplinan saat ngemil. Misalnya, si anak hanya boleh ngemil maksimal dua kali sehari, atau hanya boleh ngemil makanan tertentu saja.
 
5. Aktivitas fisik
Aktivitas fisik akan membantu anak-anak untuk menstabilkan bobot tubuhnya. Lemak yang menumpuk karena konsumsi makanan bisa terbakar sempurna, dan tak tersimpan di bawah kulit jika diimbangi dengan aktivitas fisik.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.