Kompas.com - 28/08/2013, 11:41 WIB
Kakak beradik Suzanne Subijanto (40) dan Francisca Subijanto (37) mengakomodasi kebutuhan pelanggan yang membutuhkan baju ukuran besar yang umumnya tidak tersedia di toko busana. KOMPAS/INDIRA PERMANASARIKakak beradik Suzanne Subijanto (40) dan Francisca Subijanto (37) mengakomodasi kebutuhan pelanggan yang membutuhkan baju ukuran besar yang umumnya tidak tersedia di toko busana.
EditorFelicitas Harmandini
KOMPAS.com - Suryani Widodo (36) sempat merasakan sulitnya mencari pakaian berukuran besar. ”Dulu saya selalu ke penjahit saking capeknya cari di mal enggak dapat baju,” ujar Suryani.

Berbekal pengalaman tersebut, Suryani memulai usaha pakaian berukuran besar, Big Size Fashion Store, sebuah toko online, sekitar lima tahun lalu. Kebetulan, salah seorang kerabat Suryani pemilik konfeksi pakaian jadi. Baju-baju berukuran besar tidak laku dijual oleh konfeksi yang hanya mengandalkan jaringan toko-toko pakaian itu.

”Padahal, mereka yang berukuran besar, seperti yang saya pernah alami, enggan mencari baju di toko. Pesimis duluan dan berpikir ukuran mereka tidak bakal ada,” ujar Suryani di apartemennya di bilangan Kelapa Gading, markas toko online itu.

Tumpukan kemeja, kaus, gamis, ikat pinggang, sepatu, dan pakaian dalam berukuran superbesar memenuhi salah satu ruangan.

Suryani lalu menjual baju-baju ukuran besar konfeksi yang tidak laku tersebut secara online. Toko online itu dimulai dengan modal Rp 1 juta. Suryani membeli putus pakaian dalam jumlah terbatas. ”Waktu itu nekat saja. Kalau nanti tidak laku, ya saya pakai sendiri saja deh. Ukuran baju yang dijual tidak jauh dari ukuran saya, 2L (XL) atau 3L,” ujarnya.

Ternyata pelanggan terus bertambah. Dari modal awal hanya Rp 1 juta, omzet usaha itu berkembang mencapai Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta per hari. Ada sekitar 4.000 nama pelanggan terdaftar dari Indonesia ataupun luar negeri seperti Malaysia, Singapura, dan Australia. Ukuran baju yang dipesan pun membesar.

”Pernah ada yang mencari pakaian untuk berat tubuh 200 kg. Kami belum menyanggupinya,” ujar Suryani.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di laman toko online-nya, Suryani menawarkan baju perempuan dan laki-laki beragam model, mulai dari ukuran XL hingga 8L. Kemeja ukuran 8L dengan lingkar dada mencapai 1,5 meter tentu saja sulit didapat di toko pakaian. Untuk celana tersedia hingga ukuran 12L. Saat ini, kebanyakan pelanggan mencari pakaian ukuran 4L dan 5L. Selain pakaian, Suryani juga menyediakan sepatu berukuran mulai dari 40-45, ikat pinggang, hingga pakaian dalam perempuan ukuran 46.

Pengalaman senada dikisahkan Suzanne Subijanto (40). ”Saat berbelanja pakaian dan pramuniaga bilang ’Maaf, enggak ada ukurannya’, rasanya seperti ditolak. Sakit hati banget,” ujar Suzanne di gerai My Size miliknya di sebuah mal. Kalaupun tersedia baju ukuran besar, biasanya baju impor dari merek ternama dengan harga melangit dan modelnya tak memuaskan hati Suzanne.

Suzanne bersama adiknya, Francisca Subijanto (37), lantas memulai usaha dengan membuka gerai pertama di pusat perbelanjaan. Hampir semua koleksi mereka desain sendiri.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.