Kompas.com - 05/09/2013, 19:16 WIB
Tenun ikat dihadirkan dengan gaya yang lebih modern dengan motif tenun geometris yang lebih besar. KOMPAS IMAGES/ANDRE KRISTIANTOTenun ikat dihadirkan dengan gaya yang lebih modern dengan motif tenun geometris yang lebih besar.
|
EditorDeasy Syafrina

Kompas.com- Indonesia sebagai negara kaya budaya, otomatis memiliki kekayaan varian tekstil yang luar biasa. Namun, sayangnya tidak semua perempuan Indonesia mengenal macam-macam kain-kain tenun cantik karya anak bangsa ini. Nah, sekarang saatnya mengenal macam-macam kain tenun yang sarat daya tarik ini.

Untuk menghasilkan satu kain tenun, diperlukan sembilan tahapan, yaitu : mewarna benang, menerai benang, menganing, menggulung, menyapuk, menggarat, menyongket, menekat dan menenun.

Tak heran jika proses pengerjaan kain tenun pastinya memerlukan waktu yang tidak sebentar dan ketekunan yang konsisten. Selain itu, rasa cinta dan bangga akan warisan leluhur ini pun mesti dilibatkan dalam proses pengolahannya, agar kain yang dihasilkan merefleksikan keindahan yang menyeluruh.

Masing-masing daerah di Indonesia memiliki kain tenun dengan sentuhan autentik yang khas, baik dari sisi corak, warna, proses dan teknik pengerjaan. Berikut tiga macam kain tenun yang popular di tanah air.

Tenun ikat. Jenis kain tenun yang satu ini, sekarang tengah  digemari oleh kaum urban dan pencinta fashion. Ini terbukti dari pagelaran busana para desainer ternama Indonesia, yang saling berlomba-lomba merancang busana menggunakan kain tenun ikat. Keragaman warna dan motif membuat kain tenun jenis menjadi magnet tersendiri bagi para pecinta mode.  

Kain tenun ikat dibuat dengan teknik tenun di mana benang pakan dan lungsi. Lungsi adalah benang yang panjangnya sejajar vertikal dengan panjang kain pada saat menenun. Benang pakan sendiri adalah benang yang lebarnya sejajar horizontal dengan lebar kain. Sebelumnya, terlebih dahulu dilakukan proses pengikatan dan pencelupan dengan pewarnaan alami. Benang-benang yang diikat dan tidak terkena warna, setelah dilepaskan akan menimbulkan pola-pola sesuai desain. Saat ini inovasi pada kain tenun ikat sudah sangat maju dan berkembang sehingga corak dan motif sudah makin variatif dan menarik .

Daerah-daerah yang menggunakan teknik ikat untuk menghasilkan selembar kain adalah Toraja, Sintang, Jepara, Bali, Lombok, Sumbawa, Sumba, Flores, dan Timor, gringsing dari Tenganan, dan Karangasem.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tenun Songket. Proses pengerjaan kain tenun songket  menggunakan teknik menambah benang pakan, lalu hiasan untuk motif dan corak dibuat dengan menyisipkan benang perak atau emas benang warna di atas benang lungsi.

Kain tenun songket, seperti Songket Palembang yang kaya akan warna emas dan perak, kerap dikenakan untuk upacara adat, perkawinan dan acara kekeluargaan lainnya. Penggunaan songket biasanya digunakan sebagai sarung, selendang, dan penutup kepala. Kabarnya kain songket merupakan kain termewah yang ada di dunia. Sebaran pusat tenung songket dapat ditemukan di Sumatera Barat, Palembang, Bali, Sulawesi, Lombok dan Sumbawa. Masing-masing daerah menampilkan ciri khas yang berbeda .

Tenun Datar. Berbeda dengan kain tenun lainnya, tenun datar adalah kain yang dihasilkan melalui proses persilangan benang lungsi dan benang pakan berdasarkan pola anyam datar dengan menggunakan alat tenun. Pola anyam datar ini ini terjadi secara sama dan merata. Karena itu hasil tenunan datar menampilkan permukaan yang rata meskipun pola pengerjaannya saling menyilangkan benang dengan arah yang berlawanan. 

Sumber : CTI

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.