Kompas.com - 09/09/2013, 09:41 WIB
Miller menggunakan motif besar dan warna busana yang cerah dalam desain gaun-gaunnya. CABIRIAMiller menggunakan motif besar dan warna busana yang cerah dalam desain gaun-gaunnya.
|
EditorLusia Kus Anna
KOMPAS.com - Selama ini panggung fashion week selalu dipenuhi dengan model-model dan desainer yang mengeluarkan koleksi busana seksi dan slim. Pemikiran inilah yang kemudian menggelitik Eden Miller untuk menghadirkan koleksi busana untuk perempuan berukuran plus. Ia pun membuat lini busananya sendiri pada bulan April lalu dengan nama Cabiria.

Singkat cerita, lini busananya ini berhasil mendapatkan dukungan dari Fashion Law Institute untuk membiayai shownya di pekan mode New York. Jadi tahun ini adalah tahun pertama Eden Miller sekaligus desainer busana ukuran plus yang tampil di New York Fashion Week.

Dalam dunia fashion androgini, Cabiria merupakan satu tahap perkembangan dan "keadilan" bagi perempuan berukuran plus yang sering diabaikan oleh industri mode Amerika. Faktanya, rata-rata perempuan Amerika kebanyakan menggunakan busana dengan ukuran 14, sedangkan ukuran rata-rata busana yang dijual di toko atau dihadirkan di pekan mode hanya berukuran 12. Pilihan-pilihan ini sangat membatasi pilihan pakaian untuk perempuan bertubuh besar, meskipun sebenarnya pangsa pasarnya sangat besar.

Tidak seperti di Indonesia yang sudah banyak memiliki desainer busana berukuran plus, di Amerika, kebanyakan desainer dan brand fashion merasa "ternoda" jika mereka menjual pakaian berukuran besar.

Membawa Cabiria ke panggung NYFW diharapkan bisa berperan untuk membuka mata para desainer dan pengusaha fashion untuk menerima pelanggan potensial yang berukuran plus.

Di panggung NYFW, Eden menginginkan busana-busananya terlihat seperti busana cantik pada umumnya. Ini menunjukkan bahwa sebenarnya perempuan berukuran besar juga bisa terlihat lebih modis dan cantik seperti model. Eden berkreasi dengan gaun-gaun ukuran besar dan memberinya warna-warna yang berani dan terang, motif berukuran besar, atau gaun panjang dengan garis-garis horisontal.  Karya-karyanya ini sekaligus menginspirasi perempuan tertubuh besar bahwa mereka hanya bisa menggunakan busana berwarna gelap dan motif kecil agar terlihat lebih ramping.

"Saya hanya berusaha untuk membuka pintu bagi orang lain. Saya ingin tunjukkan bahwa setiap orang itu bisa merasa cantik dan seksi dengan tubuh yang mereka miliki," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Miller yang juga memiliki tubuh berukuran plus, mendesain busananya yang didominasi dengan gaun-gaun ini dengan potongan yang membentuk siluet tubuh dan menonjolkan sudut terbaik dari perempuan tubuh plus. Dengan demikian, perempuan plus akan terlihat lebih sintal dan full figured.

Busana-busana ini dibuat dan dipotong dengan pertimbangan untuk sosok berukuran plus. Ketika membuatnya, ia hanya memilikirkan apakah mereka cocok untuk memakainya. "Jika Anda memiliki tubuh besar, maka Anda tidak harus berpura-pura punya tubuh yang kecil. Ini tidak ada gunanya. Perempuan besar juga bisa terlihat cantik kok," katanya.

Keberanian Miller untuk tampil sebagai desainer busana ukuran besar di NYFW ini juga mendapatkan pujian dari desainer Meaghan O'Connor. "Ini adalah langkah besar bagi industri fashion," ungkapnya.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.