Kompas.com - 10/09/2013, 07:29 WIB
Desainer muda yang fokus merancang busana muslim, Dian Pelangi, 20. KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN MOZESDesainer muda yang fokus merancang busana muslim, Dian Pelangi, 20.
|
EditorDeasy Syafrina

Kompas.com- Mengasuh dan mendidik anak dengan nilai-nilai yang tepat sejak dini, akan mengantarkan mereka menjadi sosok yang diharapkan orangtua. Meskipun begitu, bukan berarti orangtua bebas memaksakan kehendak pada anak.

Prinsip itulah yang dijalani oleh orangtua Dian Pelangi, sebagaimana yang dituturkan oleh Ayahandanya, Djamaludin Sochib. Menurutnya sejak kecil ia menuntun anak-anaknya ke minat mereka yang diinginkan.

"Bapak tidak pernah memaksakan keinginan Bapak kepada anak-anak. Hanya saja, Bapak mengarahkan sesuai dengan bakat dan minat mereka masing-masing," tuturnya ketika berbincang dengan KompasFemale di “Dian Pelangi Butik” di Palembang, Minggu (8/9/2013) kemarin.

Sewaktu kecil, Dian sama seperti anak perempuan remaja pada umumnya, ia suka mengeksplorasi gaya fashion dan model rambutnya. Namun, setelah usai sekolah menengah pertama (SMP), Dian pun melanjutkan pendidikannya ke sekolah kejuruan atau SMK.

"Bapak memasukkan Dian ke SMK agar makin di ketahui bakatnya. Dian suka menggambar," lanjutnya.

Lebih lanjut, ada alasan lain mengapa Dian dimasukkan ke sekolah kejuruan, sebab ia ingin Dian mempelajari banyak hal, bukan hanya sebatas pendidikan formal saja, tapi juga bersosialisasi dengan lingkup yang lebih luas. 

"Di sekolah kejuruan, Bapak ingin mengajarkan agar Dian tidak sombong, terutama saat menghadapi banyak karakter orang lain. Karena, di sekolah jurusan terdapat siswa-siswa yang tidak hanya berasal dari kalangan borjuis. Jadi,  Dian harus memiliki kemampuan belajar dan terjun didalamnya, agar ia bisa makin mengenal karakter orang dari kalangan menengah dan atas," ia menceritakan.

Nah, dalam hal tersebut, juga akan membuat Dian menjadi sosok yang tidak minder, artinya Dian bisa menghadapi orang lain dari kalangan manapun. Berkat pembelajaran yang dibekali oleh sang ayah, Dian akhirnya menjadi sosok wanita dan perancang busana muslimah yang mengharumkan nama bangsa hingga kancah internasional.

"Melihat kesuksesan Dian tentu bangga sudah bisa go internasional. Bapak bangga sebagai orangtua melihat Dian sekarang ini, Alhamdulillah," tandas Pak Djamal dengan ramah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.