Kompas.com - 12/09/2013, 07:26 WIB
Penulis Rahman Indra
|
EditorD. Syafrina Syaaf

KOMPAS.com - Bagi penikmat kopi, pastinya sangat menginginkan rasa kopi yang sebisa mungkin memiliki variasi. Sebenarnya Anda bisa mendapatkan rasa kopi yang beda dari biji kopi yang sama, rahasianya ada pada teknik menyeduh.

Biasanya, banyak orang memilih teknik seduh praktis, yakni memasukkan kopi dalam cangkir, lalu diseduh dengan air mendidih. Abud, bagian research and development Djournal Coffee mengatakan, setidaknya ada tiga teknik seduh kopi lainnya yang bisa digunakan. Ketiganya yakni pour over, syphon dan cold drip

"Masing-masing teknik seduh kopi, menggunakan gadget atau bentuk alat yang juga berbeda," ujar Abud, saat ditemui di Djournal Coffee, Grand Indonesia, Rabu (11/9/2013).

Pour over, kata Abud merupakan teknik lama yang sekarang menjadi tren. Kopi disaring dengan filter kertas yang mengerucut. Dengan alat ini, beda cara menuang akan melahirkan rasa yang berbeda. Begitu juga dengan filternya, bisa dibasahi terlebih dahulu bisa juga tidak. Lagi-lagi setiap langkah akan membuat rasa kopi berbeda. Untuk pour over, durasinya merentang antara dua sampai tiga menit.

Teknik seduh kedua, ada syphon.  Bentuknya seperti vacuum pot, yang terdiri dari dua gelas, dengan posisi atas dan bawah. Bagian atas tempat menuangkan kopi, sementara itu bagian bawah menjadi sumber pemanasnya. Kopi dituangkan setelah air yang ada di bagian atas tampak sudah mendidih. Durasinya cukup 40 detik dan setelah pemanas dimatikan, kopi dengan sendirinya turun ke bagian bawah. 

Sementara, teknik seduh kopi ketiga ada cold drip. Bentuknya menjulang dengan ukuran lebih besar. Durasi pembuatan bisa berlangsung 8 hingga 10 jam, tapi dengan kapasitas yang bisa mencapai 10 cangkir kopi. 

Untuk rasanya, kopi dengan teknik seduh pour over  memiliki rasa lebih kuat dibanding syphon yang lebih ringan. Sementara cold drip dengan rasa dingin, ibarat menikmati wine, rasanya menjadi lebih unik, minumlah dan kumpulkan di dalam mulut, kemudian dalam hitungan menit tenggorokan pun akan terasa hangat.

"Bagi mereka penikmat kopi, tiga teknik ini menjadi sensasi tersendiri, dan di sini mereka bisa melihat prosesnya langsung," ujar Christine Utomo, asisten brand manager Djournal Coffee. 

Ketiga teknik tersebut bisa diimplementasikan pada kopi arabika yang berasal dari Papua Wamena. Selain itu, ada Djournal Daily dan Toraja Kalosi untuk pour over dan syphon, serta kopi enrekang untuk cold drip.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.