Kompas.com - 14/10/2013, 13:55 WIB
|
EditorD. Syafrina Syaaf


KOMPAS.com – Kecerdasan dan ketajaman logika anak harus dikembangkan sedari usia dini. Tumbuhkan konsentrasi anak lewat kegiatan sehari-hari, sehingga tidak terasa seolah sedang benar-benar belajar.

Dikarenakan orangtuan yang sibuk bekerja, akhirnya tumbuh kembang anak jadi terbengkalai, salah satunya kesulitan konsentrasi pada anak. Namun, jangan langsung menuduh anak malas, saat ia sedang tidak konsentrasi. Sebagai orangtua, Anda juga harus fokus dalam memantau kegiatan anak agar menemukan 'formula' yang efektif dalam membangun konsentrasi buah hati Anda.

Penuhi kebutuhan fisiologis anak

Konsentrasi anak akan terlatih dengan baik apabila mereka mendapatkan tidur yang cukup, yakni 8 - 9 jam. Caranya dengan mengurangi asupan gula, memperbanyak makanan sehat yang kaya kandungan protein.

Singkirkan gangguan di rumah

Bebaskan rumah dari bunyi yang terlalu bising dan sebagainya, karena hal yang demikian bisa mengalihkan perhatian anak dan menurunkan tingkat konsentrasinya. Lalu, hindari bertengkar dengan suami di depan anak, sebab anak cepat menyerap berbagai peristiwa traumatis dalam memorinya.

Bangun suasana hati yang membuat anak senang

Lingkungan yang tenang dengan penerangan yang cukup dapat mempertajam daya konsentrasi anak. Anda juga bisa melatih konsentrasi dengan mengajarkan bermain alat musik, tujuannya untuk menstimulasi mood yang baik pada Anak, sehingga memudahkan mereka untuk berkonsentrasi.

Kegiatan bermain anak

Luangkan waktu untuk menganalisa kemampuan motorik anak, sebab beberapa anak lebih fokus dengan gerakan tangan saat sedang beraktivitas, sebagian lainnya fokus pada petunjuk yang bersifat visual. Setelah mengetahui apa yang merangsang konsentrasi si kecil, ciptakanlah kegiatan baginya yang sesuai dengan minatnya tersebut.

Permainan

Ada beberapa permainan yang tersedia untuk meningkatkan memori dan konsentrasi anak-anak, misalnya dengan bermain puzzle, lego, membaca buku dan mendengarkan musik. Dan Anda juga perlu mendampinginnya, jadi saat anak merasa 'buntu', Anda bisa memberikan solusi padanya. Usahakanlah untuk mendukung agar anak selalu aktif, jangan biarkan mereka terlalu lama menonton televisi sepanjang hari, atau bermain Xbox dan sebagainya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Sumber Boldsky
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.