Kompas.com - 17/10/2013, 10:11 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com – Telur adalah bahan pangan yang sudah tidak asing lagi, tetapi tak banyak orang tahu bagaimana cara memilih telur yang baik dan segar. Alih-alih mendapatkan gizi dari telur, tanpa disadari Anda memilih telur yang sudah tercemar oleh bakteri. Lalu bagaimana cara memilih telur yang segar?

Dari penampilan fisiknya, pilih telur yang berkulit bersih, mulus dan tidak retak. Hindari telur yang tertempel kotoran unggas, karena ada kemungkinan bakteri mencemari telur.

Telur yang segar dan bermutu baik, putih telurnya jernih dan kental, dengan kuning telur berada di tengah, utuh, dan kompak.

Untuk menguji kesegaran telur, ada beberapa cara yang bisa kita lakukan:

Dimasukkan ke dalam gelas berisi air

Telur yang masih benar-benar segar dan belum banyak udara di dalamnya akan tenggelam di dasar gelas dengan posisi melintang (horisontal). Jika telur sudah berkurang kesegarannya tetapi masih bisa dikonsumsi, maka telur tenggelam dalam posisi vertikal dengan ujung runcing di bagian bawah.

Namun, jika telur sudah tidak segar dan tidak layak dikonsumsi, maka keadaannya telur akan terapung di permukaan air.

Dipecahkan di atas piring

Saat telur dipecahkan di piring, maka kuning telur seharusnya terlihat menyatu, tampak bulat, pekat di bagian tengah, serta tidak terdapat bercak darah. Hal ini menandakan keadaan telur masih segar dan bagus. Sementara telur yang sudah tidak segar tapi masih bisa dikonsumsi, kuning telurnya akan mulai menjauh dari putih telur dan lapisan putih telur tidak lagi mengelilingi putih telur.

Untuk telur yang kondisinya sudah tidak baik dan tidak bisa dikonsumsi, kuning telur terlihat pipih atau rata dan semakin menjauh dari putih telur. Putih telur juga akan terlihat encer dan tidak membentuk lapisan

Diteropong dengan gulungan kertas

Gunakan teropong dari kertas berwarna gelap untuk menerawang telur pada sinar lampu. Bila telur tampak jernih, berarti telur masih bagus. Sebaliknya, jika ada guratan merah, noda, atau bayangan gelap sebaiknya telur jangan dikonsumsi.

 

Sumber: Buku Primarasa, Gaya Favorit Press


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.