Kompas.com - 04/11/2013, 10:55 WIB
Ilustrasi bermain ShutterstockIlustrasi bermain
EditorLusia Kus Anna


Kompas.com -
Bermain tak bisa dipisahkan dari dunia anak. Sejak lahir, anak sudah bisa bermain. Psikolog anak dari Psikologi Terapan Universitas Indonesia, Vera Itabiliana, mengatakan, bayi pun bisa bermain hanya dengan kaki dan tangannya. Segala hal dapat menjadi permainan berkat imajinasi anak yang tak terbatas.

”Sebatang kayu bisa berubah menjadi mobil atau pesawat,” ujarnya. Namun, mainan yang benar-benar diciptakan sebagai mainan dapat menjadi pelengkap dalam kegiatan bermain anak.

Bermain bermanfaat besar bagi tumbuh kembang anak. Vera mengatakan, bermain membantu anak mengembangkan imajinasi dan kreativitas. Pada umur 1-2 tahun, anak mulai mengembangkan pikiran simbolis atau membayangkan sesuatu.

Bermain juga membantu aspek fisik, bahasa, dan sosial. ”Motorik kasar dan halus pada organ gerak seperti tangan dan kaki bisa terbantu perkembangannya ketika anak mendorong-dorong mainan,” ujarnya.

Begitu pula alam pikir anak dan bahasa dapat dirangsang dengan beragam mainan. ”Mainan memasukkan benda ke wadah sesuai bentuknya melatih pikiran dan dengan bermain telepon-teleponan anak belajar berbicara. Apalagi kalau orangtuanya terlibat dengan bercakap-cakap sambil bermain,” ujarnya. Dalam bermain pula terlatih kemampuan memecahkan masalah, kesabaran, dan kegigihan.

Pada mainan tradisional yang biasanya dimainkan berkelompok, kemampuan sosialisasi anak juga terasah. Mereka belajar untuk main bergiliran, berbagi mainan dengan teman-teman, dan menyepakati aturan bermain.

Adakah dampak jika anak kurang bermain? ”Ya, anak yang kurang bermain tumbuh menjadi anak yang kaku, tertekan, dan stres. Aspek dalam diri yang seharusnya bisa dimekarkan juga tidak berkembang semestinya,” ujar Vera. (INE)


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.