Kompas.com - 10/11/2013, 21:25 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorSyafrina Syaaf

KOMPAS.com- Jangan keliru mengartikan sikap posesif pasangan, mungkin Anda berpikir si dia begitu mencintai dan tidak mau kehilangan diri Anda. Tetapi, menurut sebuah studi menjabarkan, justru pasangan yang terlalu over-protective memiliki potensi selingkuh paling tinggi.

Masih mengacu pada temuan studi, ternyata pria posesif, umumnya insecure (tidak percaya diri) terhadap pasangan, juga lingkungan sekitarnya. Hasil temuan ini berlandaskan dari penelitian yang dilakukan oleh tim di Florida State University, dan dilaporkan dalam jurnal Psychology Today. Sekitar 200 pasangan yang baru menikah selama empat tahun, menjadi responden yang kredibel.

Selama studi, para peserta secara teratur diminta untuk mengisi angket survei, seluruh pertanyaan berkisar seputar perasaan mereka terhadap pasangan masing-masing, dan bagaimana mereka merasa aman dalam biduk pernikahan.

Alhasil, ditemukan pasangan yang menunjukkan tingkah laku protektif ekstrim kepada pasangannya, sebenarnya mereka tengah membohongi diri sendiri. Menuntut berbagai hal yang mustahil terhadap pasangan, merupakan indikasi dari seseorang yang tengah menyembunyikan sesuatu. Temuan ini disimpulkan dari metode mengaitkan pembentukan sisi psikologis manusia di waktu sekarang, dengan fase tumbuh kembang, atau kanak-kanak.

Keluarga yang stabil dan hubungan orangtua yang harmonis akan menularkan perasaan “aman” kepada anak, yang mana hal ini berpengaruh pada cara mereka berumah tangga kelak. Melihat orangtua yang saling mencintai dan setia satu sama lain, akan diterjemahkan oleh anak sebagai hubungan yang ideal, sehingga mereka akan mempercayai, merawat dan menjadikan kesejahteraan keluarga sebagai prioritas hidup.

Sebaliknya, mereka yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang tidak stabil, orangtua yang ‘dingin, atau yang lebih parah saling selingkuh di luar rumah. Anak hasil didikan dari keluarga yang demikian, umumnya tumbuh menjadi seseorang yang tidak percaya diri, selalu merasa semua orang meninggalkannya, dan akhirnya menjadi posesif dan selalu curiga saat menikah.

Menurut Michelle Russell, psikolog yang memimpin penelitian, mereka yang takut ditinggalkan oleh pasangannya cenderung lebih mudah berselingkuh, dengan alasan mencari rasa aman dari perempuan lain.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kecemasan menghasilkan ancaman bagi kehidupan intim berpasangan, sehingga memotivasi pasangan untuk mencari pasangan lain,” jelasnya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Dailymail
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.