Kompas.com - 24/11/2013, 21:55 WIB
Surat Ronnie untuk Santa yang mengharukan THE MIRRORSurat Ronnie untuk Santa yang mengharukan
EditorSyafrina Syaaf

KOMPAS.com – Jika sebagian besar anak di dunia, menginginkan hadiah terkini lengkap dengan bungkus kado berwarna khas Natal yang menarik. Ronnie Harris tak mengharapkan semua itu, yang ia inginkan tidak banyak, hanya mengharapkan kesembuhan total untuk ayahnya!

Surat dengan kata-kata sederhana, namun lirih tersebut, secara tidak sengaja ditemukan oleh ibunda Ronnie, Emma Harris.  “Aku tidak menyangka dia sampai menuliskan surat seperti ini, aku sedang membersihkan kamarnya dan menemukannya di bawah ranjang,’’ jelas Emma, seperti yang dikutip dari laman The Mirror.

Ronnie Harris yang baru berusia sepuluh tahun, tidak seperti anak laki-laki seusianya yang menjelang Natal telah memiliki daftar panjang hadiah. Dulu, Ronnie sama seperti mereka, menyambut Natal dengan suka cita. Namun, semenjak delapan tahun yang lalu, hidupnya berubah total!

Awan hitam yang menaungi keluarga Harris, yang berasal dari Ipswich, Suffolk, Inggris ini, bermula semenjak sang ‘nakhoda’ keluarga, Russel Harris, didiagnosa menderita kanker otak dengan jenis tumor yang agresif dan akut. Rumah sakit secara tegas mengatakan bahwa setiap waktu, bagaikan ‘detik terakhir’ bagi Russel.

Sebagai istri dan ibu yang baik, Emma tidak mau menyerah. Apalagi Russel adalah belahan jiwanya yang kali pertama berjumpa, saat usia mereka masih tiga tahun. “Tidak semua orang bertemu belahan jiwanya saat masih balita. Aku akan berjuang bersama Russel sampai waktu memisahkan,’’ terangnya.

Setiap hari dan sepanjang waktu, Emma secara telaten merawat Russel di rumah. Karena kondisi keluarga yang tak seimbang, Ronnie, anak sulung mereka seolah memahami, bahwa waktu dan perhatian ibu sebagian besar habis untuk ayahnya. Tetapi, dirinya tidak pernah mengeluh, bahkan  terkadang kerap berperan sebagai orangtua sekaligus kakak bagi adik laki-lakinya, Lennie, yang masih berusian enam tahun.

“Aku bangga padanya, setiap pagi menyiapkan sendiri sarapan untuk dirinya dan Lennie. Tidak pernah mengeluh, tidak satu kata pun,” ujar Emma penuh emosi.

Beberapa waktu lalu, Ronnie sempat putus asa, saat tim atletik di sekolahnya hanya berhasil meraih posisi ke dua pada kompetisi tenis meja. Padahal, ia ingin mempersembahkan posisi juara pertama tersebut untuk ayahnya.

Menyadari perjuangan kedua putranya, meskipun sedang sakit keras, Russel pun selalu berusaha untuk menghadiri semua pertandingan sekolah dan momentum penting pada hidup mereka. Menurut Emma, suaminya sadar bahwa dirinya tidak akan hidup lebih lama lagi, maka ia ingin ada di setiap bagian hidup Ronnie dan Lennie, agar kelak mereka tidak melupakan dirinya.

Pada suratnya untuk Santa, Ronnie menuliskan;

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.