Kompas.com - 09/01/2014, 12:10 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorSyafrina Syaaf

KOMPAS.com – Pria dan wanita bak dua medan magnet yang berlawanan, tak pernah menyatu, selalu ada saja “irisan” yang melerai keduanya. Tapi, tunggu dulu...  bukankah memang begitu dinamika berpasangan? Dua insan yang beda dipertemukan untuk saling melengkapi.

Menjalin hubungan asmara hanya awalnya saja terasa manis dan indah, setelah sekian lama bersama, baru muncul sifat lain pasangan yang membuat Anda kerap jengkel. Seiring waktu, perlakuan romantis si dia yang dulu sering membuat Anda tersenyum, beralih kepada rasa kesal dan perselisihan yang hilang timbul.

Kalau wanita sering dibuat kesal oleh pria yang gemar ngaret dan cuek, maka pria paling sebal dengan sifat wanita yang jika marah langsung diam seribu bahasa.

Menjembatani dua sifat yang berlawanan ini menjadi tantangan tersendiri bagi sejumlah pasangan yang tengah merajut cinta, kompromi jelas sangat dibutuhkan dari kedua belah pihak, tujuannya supaya bisa menerima kekurangan dan kelebihan pasangan dengan tulus.

Dikutip dari The Telegraph, Dr Petra Boynton, Pakar Seks dan Pernikahan, mengatakan bahwa pria sebenarnya tahu maksud dari kebiasaan wanita yang sudah sangat lazim ini.  Media dan buku ramai memaparkan bahwa sikap mendiamkan adalah bentuk perilaku pasif-agresif, yang merefleksikan minta perhatian lebih dari pasangannya.

Aksi diam seribu bahasa atau yang dikenal dengan sebutan silent treatment, dijabarkan oleh Dr. Steve David, Clinical Psychologist di Los Angeles dan Assistant Clinical Professor di University of California sebagai tindakan manipulatif, memainkan perasaan orang lain dan dapat merusak diri sendiri. Jika dalam sebuah hubungan terdapat pasangan yang sering melakukan hal ini, sudah pasti tidak akan berhasil dan langgeng.

Lebih lanjut, Dr Petra menjelaskan mengapa pria tidak menyukai silent treatment dari kekasihnya adalah karena, pada dasarnya pria adalah makhluk yang dipengaruhi oleh reaksi yang nyata, jelas dan masuk akal. Ketika mereka dihadapkan pada sesuatu yang sifatnya “abu-abu”, secara otomatis mereka akan menanggapinya dengan sikap acuh tak acuh, karena dianggap bukan sebagai sesuatu yang prioritas sampai adanya kejelasan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jadi kesimpulannya, apabila Anda mendiamkan si dia dengan alasan sudah kehabisan kata-kata, kemungkinan besar dia akan berpikir kesalahannya masih ringan dan Anda sudah memaafkan. Meskipun ekspresi dan nada bicara, sudah sangat jelas menandakan kalau Anda masih marah, pria tak akan mengerti sampai Anda benar-benar mengatakannya!

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.