Kompas.com - 29/01/2014, 17:31 WIB
|
EditorSyafrina Syaaf

Dahulu sebagai orang Timur, wanita pasrah terhadap keinginan seksual pria. Namun, sekarang tidak lagi. Kini seorang wanita tak sungkan lagi meminta jika libidonya meninggi.

Suami-istri juga harus bisa berkomunikasi tentang apa yang disukai dan tidak disukai. Misalnya, tentang bagian-bagian erotis yang peka. Baik wanita maupun pria memiliki daerah-daerah erotik tertentu, selain organ genital yang merupakan erotic zone paling maksimal. Hubungan seksual itu learning by doing. Walaupun dengan pasangan tetap, setiap hubungan seksual satu dengan yang lain tidak akan sama.

Keinginan satu orang dengan yang lain tidak sama. Misalnya, tergantung mood atau suasana hati sangat berpengaruh. Hati, emosi, dan perasaan pada pasangan akan menentukan kualitas hubungan seksualnya. Ketika letih atau kesal pada suami, kualitas hubungan seksualnya niscaya akan berkurang.

Karena itu, disarankan agar wanita tidak melakukan hubungan seksual pada saat capek, walaupun di dalam hati ngebet sekali. Sebaliknya, ada juga pria tertentu yang justru lebih bergairah saat capek. Jadi, berlawanan dengan wanita. Padahal, hubungan seksual harmonis harus diinginkan kedua belah pihak.

Waktu yang paling pas konon pada pagi hari, saat badan segar dan pikiran belum terpolusi. Selain itu, hormon estrogen berada di titik puncak saat pagi hari.

Suksesnya sebuah hubungan seksual juga berawal dari rangsangan yang diterima. Rangsangan itu bisa muncul lewat lima pancaindera. Rangsangan dari luar itu ditangkap otak sebelum sinyalnya kemudian ke organ genital. Wanita terangsang lewat sentuhan dan pendengaran. Kata-kata manis, kata-kata menghibur yang disertai sentuhan, juga akan menimbulkan rangsangan.

Beda dengan pria yang cenderung terangsang lewat visual. Begitu melihat wanita cantik, langsung bereaksi, terutama ketika usia muda. Istilahnya, “pandangan hidup”, baru dipandang saja sudah hidup. Yang jadi masalah, karena gairah pria hanya muncul oleh rangsangan visual, umumnya ia cuek pada pasangan.

Pria asyik menuntut pasangan agar menyenangkan matanya, tetapi tidak memperhatikan kebutuhan pasangan. Padahal, istri ingin dibelai, dicumbu, dan dirayu dengan kata-kata mesra.

Kepedulian suami itu sangat penting supaya istri timbul gairahnya saat ia tidak sedang terangsang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.