Kompas.com - 25/02/2014, 15:25 WIB
/Ilustrasi Shutterstock/Ilustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com — Sebagai orangtua baru, rasanya kita ingin mengabarkan kepada dunia, betapa luar biasanya si buah hati. Tidak cukup menulis status yang menunjukkan rasa bahagia itu, kita pun memenuhi linimasa dengan berbagai foto dari si kecil. Namun awas, jangan sampai berlebihan.

Memang, akun media sosial itu adalah milik Anda. Namun, tidak semua orang senang jika selalu melihat foto-foto tersebut. Bukannya iri. Namun, jika Anda setiap waktu hanya mengisi media sosial dengan berbagai hal yang menyangkut bayi, orang lain pun bisa bosan juga.

Menurut situs babyzone, ada beberapa kebiasaan menjengkelkan yang kerap dilakukan orangtua baru, selain memajang berbagai foto bayi.

1. Minta dukungan kontes foto bayi
Anda boleh beranggapan bahwa bayi Anda adalah buah hati paling menggemaskan di dunia ini. Namun, hampir setiap orang merasakan hal yang sama terhadap anaknya. Permintaan dukungan agar bayi Anda menang dalam sebuah kontes foto sebaiknya cukup disampaikan ke keluarga dekat saja.

2. Memberi informasi detail
Tidak cukup hanya memasang foto anak, banyak pula orangtua yang mencantumkan lokasi tempat anak difoto, misalnya di sekolah, rumah, atau pusat perbelanjaan. Informasi pun termasuk kegiatan yang sedang diikuti anak. Hal ini tentu berlebihan. Namun, ternyata orangtua juga harus berhati-hati saat memberi kabar detail semacam itu karena bisa saja memancing timbulnya aksi penculikan.

3. Status misterius
Tak ada yang salah dengan membagi rasa bahagia Anda di media sosial. Namun, jika Anda hanya menulis sesuatu secara sepotong tanpa penjelasan lebih, misalnya "Baby J melakukan sesuatu yang amazing hari ini," maka status seperti ini jelas menunjukkan bahwa Anda mengharapkan komentar dari orang lain untuk meminta Anda memberi informasi tambahan.

4. Hanya seputar bayi
Setiap orang, apakah punya anak atau tidak, butuh variasi kegiatan lain, termasuk mencari hal-hal menarik melalui media sosial. Sementara itu, ketika seseorang baru saja melahirkan, dan sang bayi mendominasi kehidupannya, maka hal itu akan dengan mudah membuatnya terjebak dalam euforia. Hampir setiap waktu, orangtua baru tersebut menulis status tentang bayinya, mengunggah foto bayinya, dan juga memberikan tautan artikel mengenai tumbuh kembang bayi. Segala sesuatu yang berlebihan biasanya tidak baik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber BabyZone
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.