Kompas.com - 11/03/2014, 11:43 WIB
|
EditorLusia Kus Anna


KOMPAS.com
— Gairah seksual pasangan suami istri bisa mengalami pasang surut. Setelah masa-masa bulan madu berakhir, mungkin gairah bercinta Anda tak lagi menggebu-gebu. Namun, banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menjaga kehidupan seksual tetap aktif, bahkan lebih baik dari saat masih berusia 20 tahun-an.

Pada usia 30-an

Kekhawatiran akan jam biologis yang terus berdetak membuat pasangan pada usia ini biasanya lebih memprioritaskan hubungan seksual untuk memiliki bayi. Lebih baik fokus untuk saling memuaskan satu sama lain ketimbang dibayangi target untuk memiliki keturunan.

Ketika Anda berusia 20-an, seks mungkin bukan sesuatu yang rumit. Tetapi, kini seiring dengan peningkatan karier, kewajiban membayar tagihan ini-itu, seks bisa menjadi sesuatu yang harus dijadwalkan. Jika tidak, mungkin Anda berdua yang memiliki aktivitas padat lebih memilih waktu tidur ketimbang berintim-intim.

Pada usia 40-an

Godaan untuk berselingkuh lebih tinggi pada usia ini. Banyak orang mulai merasa tak aman tentang apa yang sebenarnya diinginkan dalam hidup. Mereka merasa perlu membuat pembuktian bahwa dirinya masih menarik dengan "bermain api".

Lebih baik lupakan keinginan tersebut dan fokuslah untuk membuat pernikahan ini tetap membahagiakan, bukan malah menghancurkannya dengan perselingkuhan. Saat sedang berdua, ingatkan pasangan tentang hubungan seksual paling berkesan yang pernah Anda lakukan. Ajak pasangan untuk mengulanginya lagi.

Pada usia ini Anda berdua juga sudah memahami tentang seks, mengenal tubuh sendiri, dan mengenal lebih dalam tentang pasangan. Gunakan pengetahuan ini untuk saling menggoda dan membangkitkan gairahnya. Misalnya, menyetel lagu favoritnya sebagai pembukaan. Jangan malu untuk mengungkapkan apa yang Anda sukai ketika berhubungan seksual.

Pada usia 50-an

Pada usia ini orgasme bukan lagi target yang ingin dicapai. Setelah memasuki lima dekade, Anda tetap bisa menghidupkan kobaran gairah dengan lebih fokus pada setiap sentuhan. Perhatikan perasaan Anda ketika kulit Anda saling bersentuhan. Seluruh sensasi fisik dan emosional itu akan mendorong produksi hormon oksitosin yang membuat perasaan nyaman.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Sumber Womans Day
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.