Kompas.com - 23/03/2014, 18:01 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorSyafrina Syaaf

KOMPAS.com — Mitos hubungan seksual banyak beredar seiring dengan perkembangan teknologi. Kemajuan teknologi memudahkan orang untuk mendapatkan informasi tentang seks. Namun, sayang sekali, formasi yang didapatkan bisa jadi tidak akurat. Informasi berlimpah mengenai seks, misalnya, sangat mudah didapatkan lewat internet, tetapi informasi tersebut bercampur antara fakta dan mitos.

Untuk meluruskan mitos seputar seks yang masih simpang siur, berikut lima mitos hubungan seksual yang beredar dan penjelasannya;

Mitos Hubungan Seksual 1: menggunakan dua kondom lebih baik
Faktanya, dalam penggunaan kondom, semakin banyak bukan berarti semakin baik. Dengan menggunakan dua kondom, kemungkinan untuk bocornya justru lebih besar. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), menggunakan kondom dengan benar dapat mencegah transmisi infeksi menular seksual (IMS) dan HIV, serta kehamilan yang tidak direncanakan. Namun, cara sebelumnya adalah dengan tidak melakukan hubungan seksual atau setia dengan satu pasangan saja.

Mitos Hubungan Seksual 2: KB alami tidak dapat diandalkan
Faktanya, KB alami dapat mencegah kehamilan jika dilakukan dengan benar, demikian menurut Department of Health and Human Services (HHS). KB alami merupakan cara mencegah kehamilan dengan tidak menggunakan obat-obatan atau alat apa pun. KB alami menggunakan indikator suhu tubuh, siklus menstruasi, dan lendir serviks sebelum berhubungan seksual.

Bahkan para peneliti pada tahun 2007 mengatakan, KB alami sama efektifnya dengan pil kontrasepsi. Dari 100 responden yang menggunakan KB alami, hanya satu di antara 25 orang yang hamil. Kendati demikian, metode ini tidak dapat diandalkan untuk mencegah transmisi IMS.

Mitos Hubungan Seksual 3: berhubungan seksual saat haid tidak akan hamil
Faktanya, meski kemungkinannya rendah, tetapi seseorang bisa saja hamil pada periode apa pun dalam siklus menstruasinya. 

"Sperma dapat hidup di dalam tubuh hingga satu minggu. Jadi, jika Anda berhubungan seksual saat haid dan memiliki siklus menstruasi yang singkat, maka sperma tetap dapat membuahi sel telur Anda yang sudah matang," ujar Sherman Silber, Direktur Infertility Center di St Louis.

Mitos Hubungan Seksual 4: pria tidak dapat orgasme berkali-kali
Memang benar, pria membutuhkan cukup waktu untuk mulai merasakan kenyamanan kembali setelah ejakulasi. Namun faktanya, pria dapat merasakan beberapa puncak kenyamanan saat berhubungan seksual. Beberapa pakar seks percaya bahwa pria dapat mengontrol ejakulasinya untuk merasakan beberapa kali puncak kenikmatan.

Mitos Hubungan Seksual 5: ukuran penis dapat dilihat dari ukuran sepatu
Faktanya tidak ada penelitian yang menemukan hubungan antara keduanya. Bahkan studi pada tahun 2002 berusaha membuktikan ada atau tidaknya keterkaitan kedua hal tersebut, dan para peneliti tidak mendapatkannya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.