Kompas.com - 04/04/2014, 14:49 WIB
Penulis Wardah Fajri
|
EditorWardah Fajri
KOMPAS.com - Cara apa yang Anda pilih untuk menghilangkan bulu tak diinginkan di lengan, kaki, ketiak, atau pada sebagian orang rambut yang tumbuh di area kumis? Kebanyakan perempuan memilih mencukur rambut karena mudah, murah, cepat namun menimbulkan banyak keluhan kemudian.

Kini, krim penghilang bulu dengan formula baru bisa memberikan solusi lain. Harga yang terjangkau menjadi nilai lebihnya. Pasalnya, krim penghilang bulu yang beredar di pasaran umumnya barang impor yang berharga lebih mahal.

Bahrun Afriansyah, Marketing Manager Reckitt Benckiser (RB) Indonesia mengatakan, krim penghilang bulu yang ada di pasaran sekarang merupakan barang impor yang dibanderol dengan harga tinggi. Sementara salah satu produk kategori hygene Reckitt Benckiser tersedia dengan harga lebih terjangkau.

"Meski impor tapi langsung dikirim dari pabrik jadi harganya lebih terjangkau," ungkapnya di sela re-launch Veet di Jakarta.

Melindungi kulit
Bukan hanya tersedia dengan harga terjangkau, tiga varian krim penghilang bulu ini juga memiliki formulasi yang lebih ramah terhadap kulit.

Harapan perempuan saat menghilangkan bulu terutama di ketiak adalah menjaga kulitnya tetap lembab atau tidak kering. Harapan lainnya, kulit perempuan Indonesia yang berbeda, mulai kering, sensitif, normal membutuhkan krim yang tepat untuk menghindari risiko iritasi.

Veet formula baru dengan kandungan Hydro Restore Complex dan Keraderm ingin memenuhi harapan tersebut. Kandungan susu, jasmine, lidah buaya, vitamin E, shea butter dan lily yang terbagi dalam tiga varian sesuai jenis kulit semakin memaksimalkan fungsi krim penghilang bulu ini.

Ratanjit Das, Presiden Direktur RB Indonesia mengatakan untuk menghilangkan bulu dengan krim formula baru ini tak harus menunggu rambut panjang. Krim ini efektif menghilangkan bulu saat masih pendek sekali pun.

Karena efektif menghilangkan rambut hingga mendekati akar, krim ini disarankan diaplikasikan berulang setelah 72 jam.

Julie Estelle yang ditunjuk sebagai Brand Ambassador Veet mengatakan, biasanya ia menggunakan Veet pengulangan setiap 1-2 minggu.

"Penggunaan krim dalam jangka panjang bisa membuat bulu semakin tipis," katanya.

Julie mengatakan, penggunaan krim sebaiknya mengikuti aturan pakai. Krim penghilang bulu ini misalnya, tidak disarankan diaplikasikan pada area organ intim. Krim aman diaplikasikan di area lengan, kaki, ketiak, bikini line tapi bukan di area organ intim wanita.

"Saya pakai varian untuk kulit sensitif untuk menghilangkan bulu di bikini line, karena memang area itu lebih sensitif," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.