Kompas.com - 06/04/2014, 09:36 WIB
|
EditorSyafrina Syaaf

KOMPAS.com -- Orangtua adalah panutan anak dalam bersikap dan bersosialisasi. Anak yang masih dalam usia berkembang umumnya akan meniru perilaku dan kebiasan ayah serta ibu mereka. Sebab, bagi anak, apa yang dilakukan orangtua adalah teladan terbaik.


"Anda tidak bisa meminta mereka untuk aktif bermain kalau ternyata Anda sendiri selalu menonton televisi sepanjang hari saat berada di rumah," kata Carrie Contey, psikolog klinis.

Sejumlah orangtua yang sadar memiliki kebiasaan buruk mengaku tidak ingin anak-anak mereka mencontoh hal tidak baik tersebut. Ironisnya, alih-alih mengurangi atau menghentikan kebiasaan yang dianggap buruk tersebut, para orangtua malah kian “rajin” menunjukkannya kepada buah hati mereka.

Berbohong demi kebaikan

Istilah populernya adalah kebohongan putih atau white lies. Padahal, apa pun alasannya, berbohong bukanlah sesuatu yang baik, apalagi jika melakukannya di depan anak atau membohongi anak secara langsung.

Alyson Schafer, psikolog dan penulis, pada bukunya yang bertajuk Honey I Wrecked the Kids mengatakan bahwa bagi sebagian orang, berbohong adalah praktik yang biasa dilakukan dalam kehidupan. Akibat dianggap lazim, sejumlah orangtua dan manusia dewasa lainnya kerap tidak sadar saat sedang berbohong. 

Contoh yang umum dilakukan, misalnya, saat Anda ditilang polisi karena melanggar lampu lalu lintas. Untuk memangkas pembicaraan, Anda pun berbohong kepada polisi bahwa sedang terburu-buru mengantar anak yang sudah terlambat ke sekolah. Padahal, pada saat yang sama, buah hati Anda sedang duduk manis di bangku penumpang, dan memperhatikan ibunya mengucapkan kebohongan kepada orang lain.

Menyimpan rahasia dari pasangan

Tidak sedikit orangtua yang memiliki perbedaan pandangan akan metode mengasuh anak. Salah satunya soal jenis makanan yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi si kecil.

Suatu kali Anda sedang malas memasak dan memutuskan untuk membelikan makanan cepat saji untuk anak. Namun, karena takut ketahuan suami yang melarang anak mengonsumsi jenis makanan tersebut, Anda pun membuat anak berjanji untuk menyimpan rahasia bahwa dirinya baru saja melahap satu tangkup hamburger.

Mengenai hal ini, Alyson mengatakan, apabila Anda terus-menerus memaksa anak menyimpan rahasia dan berbohong, mereka akan menganggap berbohong untuk menjaga perasaan orang lain itu lumrah.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Shine
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.