Kompas.com - 24/05/2014, 15:12 WIB
Belajar jadi pemimpin sukses dari Steve Jobs. SHUTTERSTOCKBelajar jadi pemimpin sukses dari Steve Jobs.
|
EditorWardah Fajri

KOMPAS.com
- Ketika membangun sebuah bisnis, Anda tak bisa hanya terfokus untuk menghadirkan sebuah produk atau jasa yang unik. Satu hal yang tak kalah penting adalah proses branding bisnis.

"Selama ini orang hanya berpikir kalau branding itu hanyalah sekadar pasang iklan dan promosi usahanya saja. Sebenarnya branding lebih dari itu," kata Amalia Maulana, Brand Consultant dan Ethnographer saat sharing session, "Brandmate: Mengubah Just Friend Menjadi Soulmate" di kantor Kompas Gramedia, Palmerah Barat, Jakarta Barat, Jumat (23/5/2014).

Amalia mengatakan, branding bisnis merupakan sebuah cara untuk memperkenalkan produk atau jasa yang ditawarkan dari bisnis Anda kepada konsumen yang ditargetkan. Tak cuma sekadar memperkenalkan, branding juga merupakan sebuah proses untuk membuat usaha jadi dikenali, disukai, dipilih, hingga dipercaya konsumen.

Banyak cara yang digunakan untuk branding bisnis Anda, iklan salah satunya. Hanya saja, kesalahan yang umum terjadi, menurut Amalia, perusahan lebih banyak bergantung pada iklan dan promosi semata untuk memperkenalkan brand-nya.

"Kesalahan umum yang dilupakan adalah branding internal-nya. Bagaimana orang mau kenal dan percaya dengan brand Anda kalau orang-orang yang bekerja di dalamnya saja punya persepsi yang berbeda tentang brand-nya sendiri. Kalau sudah begini, bagaimana mereka bisa memberikan pesan yang tepat kepada konsumen?" katanya.

Dalam sebuah bisnis, branding yang kuat sangatlah diperlukan. Bagaimana tidak, branding yang kuat akan membuat konsumen kenal dan percaya dengan Anda. Oleh karena itu, dibutuhkan adanya kesamaan persepsi, visi, misi, serta pesan yang ingin disampaikan perusahaan, dengan yang dipersepsikan oleh front liner atau sales  hingga konsumen.

Kebanyakan perusahaan baik kecil atau besar lebih fokus untuk branding ke luar (konsumen), dan tidak melupakan branding internal (kepada karyawan khususnya front liner). Akibatnya, ada ketidaksamaan pesan, visi dan misi yang dikirimkan pada konsumen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sering sekali konsumen dibuat bingung dengan perbedaan keterangan yang diberikan oleh sales satu dan lainnya. Perbedaan inilah yang nantinya membuat konsumen tidak lagi percaya dengan brand tersebut dan ini jadi lost momentum. Sangat merugikan, Anda bisa rugi uang, waktu, dan yang paling parah bisa jadi demotivasi bisnis," ujarnya.

Solusinya, jelaskan secara detail apa konsep, visi, misi, dan juga keunggulan brand Anda kepada karyawan terlebih dulu. Berikan pemahaman yang sama tentang brand ini. Setelah semua pihak yang berhubungan langsung dengan konsumen punya persepsi yang sama tentang branding, mereka akan lebih mudah untuk mengirimkan pesan sebuah brand kepada konsumen yang ditemuinya. Konsumen yang menjadi sasaran bisnis Anda pun akan menerima pesan yang sama, memahami brand Anda bahkan melekat di benaknya, bukan sekadar mengenalnya.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.