KOMPAS.com - Mandi air hangat memang ampuh meringankan rasa pegal akibat kelelahan pada tubuh. Namun, apakah aman untuk tetap mandi air hangat, saat kita sedang hami?
Hati-hati, mandi air hangat bisa menimbulkan beberapa masalah pada ibu hamil. "Sebenarnya tidak masalah bumil mandi air hangat, selama itu masih mendekati suhu normal tubuhnya," kata Fertility Expert Gynecologist dan Chairperson International Fertility Center New Delhi.
Menurutnya, mandi air panas memang sangat memanjakan tubuh. Namun, untuk bumil disarankan untuk mencatat suhu air yang digunakan, artinya tidak boleh terlalu panas atau terlalu dingin. Air yang terlalu panas akan membakar kulit.
Selain membakar kulit, suhu air yang terlalu panas bisa mempengaruhi janin yang sedang meringkuk dalam perut. Selain itu, air yang terlalu panas berpotensi menimbulkan ruam dan gatal-gatal.
"Air yang terlalu panas akan menyebabkan peningkatan detak jantung bumil, mengurangi aliran darah dalam tubuh. Akibatnya, akan menyebabkan bumil jadi stres. Ingat, bayi dalam kandungan belum bisa berkeringat untuk mendinginkan tubuhnya saat ia merasa kepanasan. Ini akan merusak perkembangan sel bayi," kata Bakshi.
Dr Meenakshi Ahuja, Gynecologist mengatakan, suhu air di atas 45-50 derajat Celcius akan berisiko untuk bumil. "Agar lebih pasti hangatnya, celupkan lengan atau telapak tangan ke dalam bak mandi. Tes-lah apakah air sudah cukup hangatnya atau mungkin terlalu panas," katanya.
Selain berendam air hangat dengan pengawasan ekstra, ternyata bumil sah-sah saja untuk menikmati mandi busa dengan tambahan minyak aromaterapi. Namun, dengan syarat sudah melalui persetujuan dokter kandungan Anda.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.