Kompas.com - 21/09/2014, 16:41 WIB
Pergelaran busana Emporio Armani di Pekan Mode Milan mendulang protes karena menampilkan sejumlah model superkurus DAILY MAILPergelaran busana Emporio Armani di Pekan Mode Milan mendulang protes karena menampilkan sejumlah model superkurus
|
Editor Syafrina Syaaf


KOMPAS.com –
Pada Pekan Mode Milan 2015 yang tengah berlangsung hingga 24 September 2015 mendatang, sebuah merek busana papan atas, Emporio Armani, mendapatkan banyak kecaman dari berbagai pihak karena menampilkan sejumlah model bertubuh superkurus di atas pentas peraga.

Salah satu protes datang dari seorang penulis bernama Kyle Rankin, “Aku menyukai rancanganmu, selalu dan akan terus begitu, tapi tolong perbolehkan modelmu untuk MAKAN. Sangat sulit melihat mereka dengan tulang yang mononjol,"

Lalu, salah satu tamu yang hadir, Phoebe David, turut menyuarakan kejengkelannya di linimasa Twitter, "Model-model Armani terlihat begitu kurus menyakitkan. Bagaimana mereka bisa membiarkan ini terjadi?"

Ukuran dan berat badan model mode memang telah menjadi perhatian dunia semenjak tahun 2006 silam. Ini dipicu oleh karena kejadiaan naas yang dialami oleh seorang model asal Uruguay, Luisel Ramos, yang meninggal karena serangan jantung beberapa menit setelah turun dari panggung catwalk. Belakangan diketahui bahwa model berusia 22 tahun tersebut melakukan diet yang sangat tak sehat untuk mengurangi berat badannya.

Berdasarkan kejadian tersebut, CFDA (Council of Fashion Designers of America), merilis aturan yang mengatakan bahwa model dengan indeks massa tubuh di bawah 18 dilarang di acara pekan mode.

Lalu, pada tahun 2012, salah satu majalah mode terbesar di dunia, Vogue, membuat salah satu langkah berarti untuk melindungi kesehatan para model dengan melarang menampilkan seluruh model yang berusia kurang dari 16 tahun atau siapapun yang terlihat seperti memiliki masalah gangguan makan.

 


 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Dailymail
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.