Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 23/11/2014, 15:00 WIB
|
Editor Syafrina Syaaf


KOMPAS.com -- Indonesia merupakan negeri yang kaya akan kebudayaan, termasuk wastra tradisional. Beragam motif, gaya, dan jenis materi kain tersebar di seluruh wilayah di Tanah Air. Uniknya, seluruh wastra tradisional Indonesia amat serasi ketika dipadu padankan dengan kebaya yang merupakan busana tradisional dan nasional perempuan Indonesia. 


Nah, untuk merawat beragam wastra tradisional yang memiliki ciri khas berbeda-beda ini, apakah ada trik tersendiri? Adakah yang harus kita lakukan secara spesifik agar kain tradisional dapat tetap indah, tanpa mengubah warna dan bentuknya? 

Menurut seorang perancang busana, Didiet Maulana, pada dasarnya perawatan kain tradisional sama saja, meskipun amat sangat beragam jenisnya, baik dari sisi desain, model, teknik pembuatan, maupun jenis kainnya. Dalam mencuci pun, tidak ada trik khusus.

"Sebetulnya merawat kain tradisional tidak sulit, sama saja. Kalau dicuci, ya pastinya jangan pakai mesin cuci. Dicuci pakai tangan," ujar Didiet ketika ditemui pada acara peluncuran buku "Kebayaku" oleh Mien R Uno dan PT Gramedia Pustaka Utama, Rabu (19/11/2014). 

Untuk kain batik jenis tertentu, memang harus digunakan cairan tertentu dalam proses pencuciannya, ketimbang menggunakan sabun deterjen biasa. Cairan tersebut bernama lerak, yang dibuat dari bahan-bahan alami dan tradisional. Anda dapat dengan mudah menemukan lerak di toko-toko batik dan lazim dikemas dalam botol. 

Bagaimana dengan perawatan setelah pencucian? Didiet mengungkapkan, ada banyak cara untuk merawat kain tradisional setelah dicuci. Kain tersebut dapat digantung, dilipat, maupun digulung. Namun demikian, Anda harus memperhatikan suhu ruangan tempat penyimpanan kain tersebut. 

"Bisa dilipat, digantung, atau digulung lalu disimpan di lemari. Yang penting sih ruangan tidak boleh lembab udaranya. Harus kering, itu kuncinya," jelas Didiet, yang tersohor karena kembali memperkenalkan tenun ikat dalam koleksi busananya.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.