Kompas.com - 10/01/2015, 22:00 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
Editor Syafrina Syaaf


KOMPAS.com -
Ada yang mengatakan, area kewanitaan dapat mengering karena beberapa penyebab dan kebiasaan buruk. Wanita yang masih muda umumnya rentan mengalami kondisi yang demikian.

Menurut studi medis, idealnya area pribadi wanita harus dalam kondisi lembab dan bersih. "Bukan hanya akan membuat bercinta menjadi lebih bergairah, kelembaban area kewanitaan bisa membuat jaringan-jaringan di area tersebut menjadi sehat dan terlindungi dari berbagai infeksi serta penyakit seksual menular," ujar Alyssa Dweck, ahli obstetri dan ginekologi dari Westchester, New York, Amerika Serikat.

Dweck menjelaskan beberapa faktor yang memicu area kewanitaan menjadi kering. Berikut penjelasannya.

Jarang "foreplay" sebelum bercinta
Dweck mengungkapkan, biasanya waktu yang dibutuhkan untuk hubungan seks dimulai dari sesi pemanasan atau foreplay. Pasangan saling mencium dan menyentuh di titik sensitif tubuh, lalu dilanjutkan dengan bercinta selama 30 detik. Namun, pada kenyataannya, sebagian wanita membutuhkan stimulasi lebih lanjut sebelum area kewanitaan menjadi lembab sehingga fase penetrasi berakhir sempurna dan tercapai tahapan puncak seks yaitu orgasme.

Stres
"Stress menjadi penyebab berbagai masalah kesehatan dan salah satunya adalah vagina kering,” ujar Dweck. Jika stres secara temporer membunuh libido Anda, maka rasa cemas atau tertekan pun dapat membuat Anda sulit bergairah saat bercinta.

Efek samping alat kontrasepsi

"Salah satu efek samping alat kontrasepsi oral (berupa pil) adalah berkurangnya lubrikasi vaginal. Jika Anda mengonsumsi pil, kemungkinan kekeringan pada area pribadi  akan berlangsung selama beberapa bulan. Biasanya saya menyarankan pasien menggunakan lubrikan yang dapat dibeli di apotek atau toko. Jika merasa tak nyaman, pertimbangkan berhenti menggunakan pil dan cobalah jenis alat kontrasepsi lainnya," ungkapnya.

Melahirkan

Melahirkan dan menyusui menyebabkan berbagai perubahan pada tubuh dan dapat mengubah kehidupan seks Anda, termasuk mengurangi tingkat hormon estrogen, yang menjaga lubrikasi vaginal. Beberapa bulan pasca melahirkan, ketika siklus bulanan Anda berjalan normal dan Anda berhenti menyusui, vagina pun bakal kembali lembab.  

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.