Kompas.com - 10/03/2015, 16:00 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorAlvin Dwipayana

KOMPAS.com — Sebuah survei menemukan, satu di antara tiga orang perempuan dari rentang usia 18-34 tahun mengalami pelecehan seksual di tempat kerja mereka. Survei yang dilakukan oleh Cosmopolitan ini dilakukan terhadap 2.235 pekerja perempuan penuh dan paruh waktu, yang pernah mengalami pelecehan seksual di tempat kerja.

"Pelecehan seksual tidak hilang, tetapi berubah menjadi wujud yang baru," tulis Michelle Ruiz dan Lauren Ahan. Tak seperti pelecehan seksual yang tergambar dalam film atau media lainnya, kini bentuk pelecehan seksual di tempat kerja terbilang sulit untuk diketahui. Bentuknya pun beragam, dari pertemuan langsung, atau hanya komentar yang beredar di dunia maya.

Dirangkum dari infografik yang dilaporkan oleh Cosmopolitan, satu dari tiga orang perempuan mengalami pelecehan seksual di tempat kerjanya. Sebanyak 81 persen perempuan mengalami pelecehan seksual lewat kalimat verbal. Sebanyak 44 persen lainnya lewat sentuhan dan rayuan. Sementara 25 persen lainnya mengatakan menerima pelecehan seksual lewat e-mail atau pesan singkat.

Untuk pelaku pelecehan seksual, tak disangka bahwa dari 75 persen perempuan mengatakan pelakunya adalah rekan kerja laki-laki. Dilanjutkan, sebanyak 49 persen perempuan dilecehkan oleh klien ataupun kostumer, dan 38 persen mengakui bahwa manajer laki-laki berperan besar melakukan pelecehan seksual tersebut. Yang paling mengejutkan dari survei tersebut adalah sebanyak 10 persen perempuan mengatakan bahwa mereka kerap dilecehkan oleh sesama rekan kerja yang juga perempuan.

Tingkatan industri kerja yang paling rentan mengalami pelecehan seksual adalah industri jasa/makanan/perhotelan (sebanyak 42 persen), ritel (sebanyak 36 persen), sistem telekomunikasi dan perteknikan (sebanyak 31 persen), seni dan entertainment (sebanyak 31 persen), dan hukum (sebanyak 30 persen). Nyatanya, memiliki pendidikan tinggi ternyata tak menjamin seorang perempuan untuk bisa tidak menerima pelecehan seksual. Sebanyak 45 persen korban pelecehan seksual memiliki gelar sarjana, 29 persen memiliki pendidikan universitas, dan 19 persen adalah lulusan sekolah menengah atas. Sayangnya, hanya 29 persen yang melaporkan pelecehan seksualnya dan 71 persen perempuan memilih untuk diam dan tidak menganggap pelaku pelecehan seksual tersebut.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.