Kompas.com - 11/03/2015, 16:00 WIB
|
EditorAlvin Dwipayana

 

KOMPAS.com – Menitipkan berkas lamaran kerja (CV) dalam bentuk nyata atau fisik, dewasa ini sangat jarang terjadi. Bahkan, dalam bursa pameran kerjapun, CV berbentuk fisik lambat laun mulai ditinggalkan, dan digantikan dengan CV bentuk data yang sebelumnya telah dimasukkan ke dalam program komputer.

Sama halnya dengan mengirimkan lamaran langsung ke perusahaan. Kebanyakan perusahaan menyediakan alamat email untuk pengiriman CV atau menyediakan wadah untuk data dalam portal pencarian kerja.

Dalam wawancara Kompas Female bersama Ricky Mulani, President Director dari Quantum Select International, lembaga perekrutan eksekutif (headhunter) Indonesia, mengatakan, bahwa ia sudah tak pernah menerima CV dalam bentuk fisik lagi belakangan. "Format CV kertas yang ditempatkan di dalam amplop cokelat yang biasa dikirimkan via pos, terakhir saya terima dua tahun lalu," ujar Ricky.

Sebenarnya mendapatkan kiriman CV via pos pun menjadi pertanyaan tersendiri bagi seorang headhunter. "Apakah pemilik CV tidak bisa mengakses internet? Atau kurang akrab dengan teknologi yang beredar saat ini? Padahal kita sudah memasuki era globalisasi. Jika tidak mengerti hingga ujungnya tidak bisa mengakses hal yang berbau digital, tentu akan mempersulit keadaan ke depannya," tambah Ricky lagi.

Jadi, memang ada baiknya Anda sebagai pencari kerja mulai membiasakan diri untuk mengirimkan semua berkas ataupun data melalui e-mail, dan hindari dalam bentuk fisik. Pasalnya, bukan hanya dinilai dari kemampuan Anda mengakses internet dan sistem digital saja, tetapi juga seorang perekrut  umumnya memiliki program penyimpanan data yang tersusun rapih dalam komputer. Sehingga, jika di masa mendatang dibutuhkan profil pekerja yang kompeten seperti Anda, maka dengan mudahnya sistem akan menemukan. Berbeda dengan CV berbentuk fisik yang memiliki risiko hilang, dan potensial hancur termakan waktu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.